Pencarian

Kebakaran Lahan Tebu di Ogan Ilir Dipadamkan, PT SGN Lapor Dugaan Pembakaran ke Polisi

Selasa, 25 Agustus 2026 • 14:49:01 WIB
Kebakaran Lahan Tebu di Ogan Ilir Dipadamkan, PT SGN Lapor Dugaan Pembakaran ke Polisi
Petugas Satgas Karhuta PT SGN bersama tim BKO Polsek Tanjung Batu memadamkan kebakaran lahan tebu di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

OGAN ILIR — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memastikan kebakaran di area perkebunan tebu di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, telah terkendali. Penanganan titik api dilakukan Satgas Karhutla perusahaan bersama tim BKO Polsek Tanjung Batu pada Senin (24/8/2026).

Manajemen SGN tidak tinggal diam. Dugaan pembakaran lahan yang memicu kebakaran tersebut kini telah dilaporkan ke pihak berwenang.

Dugaan Pembakaran Diserahkan ke Aparat Hukum

Cluster Head Sumatera II PT SGN Andhiyan Yuwono menegaskan bahwa proses hukum atas dugaan pembakaran lahan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

“Kami menyerahkan proses penanganan dugaan pembakaran kepada aparat penegak hukum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Koordinasi dengan Polda Sumsel dan jajaran kepolisian setempat disebut menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan. “Koordinasi bersama Polda Sumsel menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terarah, dan terpadu,” kata Andhiyan.

Ancaman Pasokan Bahan Baku Gula

Kebakaran di perkebunan tebu bukan sekadar soal kerugian aset perusahaan. Jika tanaman terbakar, pasokan bahan baku menuju pabrik gula ikut terpangkas.

Andhiyan menjelaskan bahwa tebu yang terbakar berpotensi menurunkan jumlah tanaman yang dapat dipanen. Dampaknya langsung terasa pada angka produksi gula nasional.

“Ketika tebu sengaja dibakar, potensi tebu yang dapat dipanen menjadi berkurang. Dampaknya, produksi gula dapat turun dari taksasi atau target yang ditetapkan,” ujarnya.

Karena itu, pengendalian kebakaran menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas kebun sekaligus memastikan operasional pabrik gula tetap berjalan.

Pencegahan Tak Cukup Andalkan Satgas

Corporate Secretary PT SGN Yunianta menyatakan perusahaan akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain. Namun, ia mengingatkan bahwa pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul.

Pengawasan dan edukasi kepada masyarakat di sekitar perkebunan dinilai perlu ditingkatkan untuk menekan risiko pembakaran lahan. “Pengendalian kebakaran bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak,” kata Yunianta.

SGN mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran lebih luas. Upaya ini penting untuk menjaga tanaman tebu, lingkungan, aset perkebunan, sekaligus pasokan bahan baku industri gula.

Penanganan kebakaran di Ogan Ilir menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan produksi gula, di tengah target penguatan industri gula nasional.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kilasjatim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks