PALEMBANG — Ancaman kabut asap kembali menyelimuti Sumatera Selatan di tengah puncak musim kemarau. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2,5, Kabupaten Ogan Ilir mencatat angka tertinggi dengan 365, menjadikannya satu-satunya wilayah di provinsi ini yang masuk kategori 'berbahaya' bagi kesehatan.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumsel Sudirman menyebutkan, pantauan satelit pada Minggu (23/8) menunjukkan jumlah titik panas mencapai 1.742 titik. "Jumlah titik hotspot hari ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan Sabtu, 22 Agustus, sebanyak 600 titik," kata Sudirman.
Kualitas Udara di Palembang dan Sekitarnya Kian Memburuk
Tak hanya Ogan Ilir, sejumlah daerah lain juga mencatatkan kualitas udara yang tidak sehat. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berada di angka 201 dengan kategori sangat tidak sehat, sementara Palembang tercatat 195 dan Musi Banyuasin 106 yang sama-sama masuk kategori 'tidak sehat'.
Kabut asap yang semakin tebal juga mengganggu aktivitas penerbangan. BPBD Sumsel mencatat jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada pukul 07.30 WIB hanya sekitar 500 meter dengan kondisi berkabut.
Enam Helikopter Disiagakan untuk Pemadaman dari Udara
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan tim terkait terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi. Dukungan pemadaman dari udara juga disiapkan dengan enam unit helikopter, lima di antaranya dalam posisi standby dan satu unit lainnya dikirim membantu pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sudirman mengingatkan bahwa kondisi ini menjadi peringatan nyata bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai. "Mari bersama-sama cegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta mengurangi aktivitas di luar ruangan mengingat kualitas udara yang tidak sehat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.