OKI — Empat personel kepolisian diterjunkan ke Posko Karhutla PT PAR Hikmah Dua, Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, untuk mengendalikan titik panas yang muncul di lahan perusahaan. Langkah ini bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digencarkan Polda Sumsel dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah rawan.
Padal Karhutla Operasi Aman Nusa II Polsek Pedamaran Timur Polres OKI, IPDA Dendry Robby Ariadi, memimpin langsung penyisiran di sekitar lokasi untuk menemukan titik api. Setelah teridentifikasi, petugas segera melakukan pemadaman menggunakan sarana yang tersedia di posko.
Respons Cepat untuk Cegah Api Merambat
Pola penanganan yang diterapkan mengedepankan kecepatan gerak di lapangan. Api yang baru muncul langsung dipadamkan agar tidak sempat merambat dan membakar lahan yang lebih luas, mengingat Kabupaten OKI memiliki kawasan lahan yang sangat luas dan rawan karhutla.
Selama proses pemadaman berlangsung, personel kepolisian juga menjaga keamanan di sekitar titik api. Hal ini dilakukan agar penanganan berjalan aman dan terkendali tanpa kendala berarti.
Direktur Samapta Polda Sumsel Pantau Langsung Kesiapan Personel
Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol Ridwan turut memantau perkembangan penanganan karhutla di lapangan. Pemantauan ini untuk memastikan setiap langkah mitigasi yang dijalankan efektif dan terukur sesuai dengan kondisi titik api yang ditemukan.
Koordinasi dengan pihak perusahaan dan pemangku kepentingan terkait di wilayah tersebut juga dibangun. Tujuannya mempercepat upaya pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke kawasan lainnya yang berpotensi menimbulkan korban.
Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Warga Sekitar
Respons cepat petugas di lapangan diharapkan mampu menekan potensi dampak kebakaran terhadap masyarakat. Risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap serta terganggunya aktivitas warga menjadi perhatian utama dalam operasi ini.
Operasi Aman Nusa II sendiri merupakan bentuk kesiapsiagaan Polda Sumsel dalam menghadapi musim kemarau yang rawan memicu kebakaran lahan. Pengawasan di titik-titik rawan terus diperketat untuk mencegah karhutla meluas di sejumlah kabupaten, khususnya di wilayah dengan konsesi lahan luas seperti OKI.