SUMATERA SELATAN — Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu respons cepat dari BUMN. Melalui program BUMN Peduli, Danantara Indonesia bersama anak usaha bergerak menyasar kebutuhan paling mendesak: memastikan listrik menyala dan komunikasi tidak terputus.
Manajemen Danantara menyatakan koordinasi pemulihan dilakukan langsung dengan sejumlah perusahaan pelat merah, termasuk PT PLN, Telkom Indonesia, Bank Mandiri, dan BRI. Bantuan kebutuhan dasar juga disalurkan ke titik-titik pengungsian agar warga bisa melewati masa kritis pascagempa.
PLN: Penerangan Darurat dan Pemulihan Jaringan
Peran PLN dalam operasi ini cukup vital. Perusahaan setrum negara itu tak hanya menyediakan penerangan darurat di lokasi pengungsian, tetapi juga bekerja cepat memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang rusak.
Hasilnya, 88% pelanggan telah menikmati aliran listrik kembali. Capaian tersebut ditopang pemulihan 98,3% jaringan yang sempat padam, sehingga rumah sakit, posko, dan layanan publik lain bisa beroperasi normal.
Telkom Jaga Jalur Komunikasi, Bank Salurkan Logistik
Di sisi lain, Telkom Indonesia memprioritaskan pemulihan jaringan telekomunikasi. Koneksi yang stabil menjadi tulang punggung koordinasi petugas di lapangan dan memungkinkan warga menghubungi keluarga.
Dukungan logistik datang dari Bank Mandiri dan BRI. Kedua bank BUMN tersebut menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, hingga perlengkapan lain yang dibutuhkan para pengungsi di sejumlah titik bencana.
“Sebagai wujud kepedulian, Danantara Indonesia bersama BP BUMN bergerak cepat merespons situasi di Nusa Tenggara Timur dengan mengoordinasikan langkah pemulihan melalui BUMN Peduli,” tulis manajemen Danantara Indonesia dalam keterangan resminya.
Sinergi antarpelat merah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal evakuasi, tetapi juga pemulihan layanan dasar. Dengan listrik yang pulih dan komunikasi yang lancar, proses rehabilitasi pascagempa diharapkan berjalan lebih cepat.