PALEMBANG — Sebanyak 63 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan (BI Sumsel) ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026. Dari jumlah itu, 14 UMKM hadir secara luring, 17 UMKM difasilitasi mengikuti business matching ekspor, dan 32 UMKM lainnya berpartisipasi secara daring.
Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha daerah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang menembus pasar ekspor. Adapun 14 UMKM yang tampil luring terdiri dari 10 pelaku usaha wastra dan ready to wear (RtW), dua UMKM aksesori, serta dua UMKM makanan dan minuman olahan.
Songket hingga Pempek Cek Molek Siap Bersaing di Panggung Nasional
Sejumlah nama UMKM unggulan Sumatera Selatan turut hadir secara langsung dalam pameran tersebut. Di antaranya Putroh Ramadhan, Brilianto, Jamilah x Prafito, Rumah Songket Adis, Pyo Jewelry, Ilham Bahari, Nirmala Songket, Awan Kerupuk 988, dan Pempek Cek Molek.
Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya dan kuliner khas Sumatera Selatan, mulai dari kain songket bermotif khas hingga kuliner pempek yang sudah dikenal luas. Kehadiran mereka di pameran berskala nasional ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di mata konsumen dan pelaku usaha dari berbagai daerah.
BI Sumsel Dorong Perluasan Jejaring dan Transaksi Bisnis
Partisipasi dalam KKI 2026 tidak hanya sekadar pameran produk. Ajang ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, bertemu calon pembeli, menjalin kemitraan strategis, serta meningkatkan peluang transaksi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel dalam keterangannya menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi. Pelaku usaha juga didorong untuk memperkuat kualitas produk, merek atau branding, digitalisasi, akses pembiayaan, serta jejaring bisnis agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Business Matching Ekspor Jadi Pintu Masuk Pasar Internasional
Upaya memperluas pasar UMKM Sumatera Selatan tidak berhenti pada pameran luring. Sebanyak 17 UMKM difasilitasi mengikuti business matching ekspor, memberikan kesempatan bertemu langsung dengan calon mitra dan pembeli dari pasar internasional.
Sementara itu, 32 UMKM lainnya mengikuti rangkaian KKI 2026 secara daring. Perluasan kanal ini memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen dan mitra bisnis tanpa terbatas oleh ruang dan lokasi.
KKI 2026: Sinergi Nasional untuk 1.800 Lebih UMKM
KKI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-11 ini mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Acara ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.
Pembukaan turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026, Kamis (20/08/26).
Menurutnya, semangat bangkit ditujukan untuk mendorong pemulihan UMKM yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun dampak bencana alam. Sementara itu, aspek tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses terhadap pembiayaan yang berkelanjutan. Adapun UMKM yang berdaya saing didorong melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik di dalam negeri maupun ke pasar ekspor.
Dengan jumlah sekitar 2,3 juta pelaku UMKM di Sumatera Selatan, potensi sektor ini dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi BI bersama 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis dalam KKI 2026 diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mempercepat digitalisasi usaha.