Pencarian

BYD e6 Listrik Bluebird Prime Resmi Beroperasi di Semarang, Tarif 12 Persen Lebih Mahal

Selasa, 25 Agustus 2026 • 02:40:01 WIB
BYD e6 Listrik Bluebird Prime Resmi Beroperasi di Semarang, Tarif 12 Persen Lebih Mahal
Bluebird Prime resmi beroperasi di Semarang dengan 10 unit BYD e6 pada Senin (24/8/2026).

SUMATERA SELATAN — Bluebird Group tidak hanya sekadar menambah armada di kota besar. Senin (24/8/2026), perusahaan taksi pelat biru ini memilih Semarang sebagai kota berikutnya yang kebagian layanan Bluebird Prime, taksi listrik dengan basis mobil BYD e6. Langkah ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang tengah mendorong transformasi perhubungan beremisi rendah di wilayahnya.

Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono, menyebutkan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah. "Kami mengapresiasi langkah pemerintah (provinsi Jawa Tengah) dalam mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan, dan ingin berjalan searah dengan upaya tersebut," ujarnya di sela-sela acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

Kenapa Tarif Bluebird Prime Lebih Mahal dari Taksi Reguler?

Konsumen perlu menyiapkan budget ekstra jika ingin menaiki taksi listrik ini. Sigit menjelaskan, tarif Bluebird Prime dipatok sekitar 12 persen lebih tinggi dibanding layanan reguler yang menggunakan MPV standar. Alasannya bukan karena teknologi baterainya, melainkan karena kabin yang lebih lega.

"Pemilihan unit seven-seater (tujuh kursi) yang lebih lega menjadi alasan penyesuaian tarif tersebut," kata Sigit. Namun, ia membuka peluang untuk mendatangkan varian lima kursi di masa mendatang agar tarif bisa lebih terjangkau bagi publik.

Penghematan Biaya Operasional di Balik Harga Beli yang Mahal

Meski tarifnya lebih tinggi, dari sisi bisnis taksi listrik justru menawarkan efisiensi. Sigit mengungkapkan, pengeluaran untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan suku cadang jauh lebih hemat dibanding mobil konvensional. Hanya saja, biaya pembelian awal kendaraan listrik memang masih lebih tinggi.

Untuk tahap awal, Bluebird mengoperasikan 10 unit di Semarang. Jumlah ini ditargetkan bertambah setelah evaluasi operasional tahun ini. Secara nasional, populasi kendaraan listrik Bluebird sudah mendekati 1.000 unit, tersebar di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung.

Cara Pesan dan Infrastruktur Pengisian Daya di Semarang

Penumpang tidak perlu khawatir soal jangkauan operasional. Armada Bluebird Prime bisa mencakup rute bandara hingga mobilitas di dalam kota. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi MyBluebird dengan sistem Fixed Price maupun argometer, atau langsung lewat call center, pangkalan resmi di mal dan bandara, serta memanggil langsung di jalan.

Dukungan infrastruktur juga sudah disiapkan. Bluebird memastikan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Semarang dan sekitarnya memadai, ditambah fasilitas pengisian daya mandiri di pool internal perusahaan. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi yang sempat mencoba langsung layanan ini menilai inovasi tanpa polusi udara dan suara ini penting untuk menekan penggunaan energi fosil di Jawa Tengah. Program Transformasi Perhubungan 2026 sendiri mencakup pengoperasian taksi dan travel listrik, integrasi transportasi umum, hingga pembayaran nontunai di terminal.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks