PALEMBANG — Sebanyak 1,4 juta pelanggan listrik di Palembang menjadikan kota ini salah satu wilayah dengan konsumsi energi terbesar di Sumatra. Angka itu pula yang mendorong Pemerintah Kota dan PLN UP3 Palembang duduk bersama membahas tantangan distribusi listrik, terutama pemasangan jaringan baru di permukiman yang terus bertambah.
Manager PLN UP3 Palembang Arif Azanny menyebutkan, masih banyak titik yang membutuhkan jaringan baru, khususnya di kawasan perumahan. Selain pemasangan baru, persoalan pergeseran dan penanaman tiang listrik juga menjadi perhatian agar tidak menghambat proyek pembangunan kota.
PLN Minta Informasi Sebelum Penanaman Tiang Baru
Agar tidak terjadi benturan antara infrastruktur kelistrikan dan rencana tata ruang kota, PLN meminta koordinasi yang lebih erat dengan Pemkot. “Kami mohon informasi, jadi pada saat penanaman tiang, tidak menjadi benturan dengan rencana pembangunan di kota Palembang,” jelas Arif Azanny dalam audiensi tersebut.
PLN UP3 Palembang menegaskan kesiapan mereka mendukung penuh program-program pemerintah kota. Arif juga mengimbau masyarakat untuk langsung melapor jika mengalami kendala kelistrikan agar tim lapangan segera turun menanganinya.
Perkembangan Kota Picu Kebutuhan Listrik Baru
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengakui bahwa perkembangan kota yang signifikan turut mendorong peningkatan kebutuhan pasokan listrik. Ia mencontohkan kawasan yang dulunya tidak memiliki akses jalan kini telah berubah menjadi permukiman dan akses transportasi baru.
“Dan ke depannya, Pemkot akan terus berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menyelesaikan apa saja kendala di lapangan,” ujar Ratu Dewa.
Pemkot menilai kerja sama yang sudah terjalin selama ini dengan PLN telah berjalan tertata dan terlaksana dengan baik. Sinergi ini akan terus diperkuat untuk memastikan setiap permukiman baru di Palembang mendapatkan akses listrik tanpa mengganggu rencana pembangunan kota.