PALEMBANG — Program revitalisasi Pasar 16 Ilir di Kota Palembang mendapat suntikan bantuan sarana usaha dari PLN Icon Plus Sumbagsel. Sepuluh set tenda telah diserahkan secara simbolis kepada puluhan pedagang dalam acara Achievement Night di kantor perusahaan beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi di Kantor Lurah 16 Ilir, Selasa (26/5/2026). Pertemuan itu dihadiri jajaran PLN Icon Plus Sumbagsel, tim Bappeda Kota Palembang, dan Lurah 16 Ilir, Harina Siregar.
Tenda untuk 30 Pedagang, Penataan Area Jadi Prioritas
Perwakilan Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Icon Plus Sumbagsel, Syatria, mengatakan bantuan tenda ini menyasar sekitar 30 pedagang di Pasar 16 Ilir. Harapannya, aktivitas perdagangan sehari-hari bisa lebih tertata dan nyaman.
“PLN Icon Plus tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan digital dan konektivitas, tetapi juga berupaya hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Syatria dalam keterangannya.
Selain penyerahan tenda, rapat koordinasi juga membahas penataan area pedagang dan pemanfaatan sarana usaha agar program berjalan tepat sasaran. Seluruh pihak sepakat bahwa revitalisasi pasar tradisional perlu dilakukan secara bertahap.
Sinergi BUMN dan Pemkot untuk Ekonomi Lokal
Program ini menjadi bagian dari sinergi antara PLN Icon Plus dan pemerintah daerah. Tujuannya menciptakan kawasan perdagangan rakyat yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Palembang.
Dalam pertemuan tersebut, Lurah 16 Ilir Harina Siregar turut mendampingi diskusi teknis pelaksanaan program. Pemerintah kelurahan diharapkan menjadi garda depan dalam memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang.
PLN Icon Plus Sumbagsel berkomitmen mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah setempat. Bantuan tenda merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ke depan, koordinasi lanjutan akan dilakukan agar revitalisasi Pasar 16 Ilir berjalan berkesinambungan. Kolaborasi antara BUMN, pemkot, dan pedagang menjadi kunci utama dalam mewujudkan pasar tradisional yang lebih representatif.