LAHAT — Keberhasilan Bupati Lahat memenuhi indikator penilaian Kemendagri di bidang pengendalian inflasi mendapat kontribusi signifikan dari sektor perikanan. Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, Marully, menegaskan bahwa penguatan produksi perikanan menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan.
Pelatihan Budidaya di Belitang: Membangun SDM Unggul
Salah satu program yang digenjot adalah pelatihan budidaya perikanan yang berlangsung di Kecamatan Belitang. Marully menyebut pelatihan ini dirancang untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul agar produksi ikan terus meningkat.
“Peningkatan produksi berarti pasokan pangan semakin kuat. Hal itu berpengaruh terhadap stabilitas harga dan menjadi kontribusi nyata sektor perikanan dalam mendukung sembilan langkah pengendalian inflasi yang menjadi penilaian kepala daerah,” jelas Marully.
Kolaborasi Lintas OPD Jadi Kunci
Menurut Marully, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Keberhasilan ini membutuhkan kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Perikanan, kata dia, bertanggung jawab memperkuat produksi pangan berbasis perikanan sebagai bagian dari rantai pasok.
“Kami memastikan pasokan ikan di pasar tetap stabil. Jika produksi naik, harga cenderung terkendali,” ujarnya.
Dampak ke Warga: Harga Pangan Lebih Stabil
Dengan meningkatnya produksi perikanan, warga Lahat diharapkan bisa membeli ikan dengan harga yang lebih terjangkau. Stabilitas harga pangan menjadi indikator utama yang dinilai Kemendagri dalam mengevaluasi kinerja kepala daerah di seluruh Indonesia.
Pemkab Lahat terus mendorong setiap OPD untuk berkontribusi nyata dalam program pengendalian inflasi. Dinas Perikanan sendiri berkomitmen meningkatkan kapasitas petani ikan melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.