SUMATERA SELATAN — Momentum Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat lalu, menjadi ajang pembuktian kolaborasi lintas sektor. Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin kegiatan yang berlangsung di 43 titik seluruh Indonesia. Dalam acara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Komisi IV DPR RI, serta pimpinan BUMN dan kepala daerah turut hadir.
Ahmad Rizal Ramdhani, Dirut Bulog yang juga Letnan Jenderal TNI (Purn), menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. “Panen Raya Serentak ini menjadi bukti sinergi adalah kunci dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Bulog siap menjalankan mandat pemerintah dengan memastikan hasil panen petani terserap optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
TNI sendiri membagi komoditas berdasarkan matra: Angkatan Darat fokus pada padi, Angkatan Laut pada kedelai, dan Angkatan Udara mengembangkan tebu. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat hilirisasi.
Stok 5,2 Juta Ton: Benteng Harga Beras Nasional
Dengan cadangan beras pemerintah yang mencapai 5,2 juta ton, Bulog optimistis mampu mengintervensi pasar jika harga anjlok atau pasokan terganggu. Angka ini setara dengan kebutuhan konsumsi nasional selama beberapa bulan ke depan. “Kolaborasi yang makin solid antara pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan membuat kita optimistis ketahanan pangan Indonesia makin kokoh,” tambah Ahmad Rizal.
Penyerapan yang terus berlangsung seiring panen di berbagai daerah juga menjadi sinyal positif bagi petani. Bulog menjamin hasil panen mereka akan dibeli dengan harga yang wajar, sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pengadaan sudah menembus 3,39 juta ton beras dari target 4 juta ton tahun ini.
Hilirisasi dan Inspeksi Langsung Presiden
Selain memimpin panen raya, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri meninjau stan yang menampilkan program unggulan TNI serta inisiatif hilirisasi pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk menambah nilai tambah sektor agraris yang selama ini kerap menjual bahan mentah. Bulog, sebagai BUMN pengelola Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Dukungan terhadap peningkatan produksi, optimalisasi penyerapan hasil panen petani, serta pengelolaan cadangan pangan yang andal diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan,” pungkas Ahmad Rizal.
Dengan stok yang melimpah dan koordinasi lintas sektor yang kian rapat, target swasembada pangan nasional bukan lagi wacana. Petani kini punya kepastian pasar, sementara konsumen dijamin pasokan beras dengan harga stabil.