Pencarian

Presiden Prabowo Sebut Keberhasilan Produksi B50 Bukti Nyata Kemandirian Energi Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 • 18:00:01 WIB
Presiden Prabowo Sebut Keberhasilan Produksi B50 Bukti Nyata Kemandirian Energi Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keberhasilan produksi B50 sebagai bukti nyata kemandirian energi nasional.

SUMATERA SELATAN — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi negara pertama di dunia yang berhasil memproduksi B50, bahan bakar campuran solar dengan 50 persen minyak kelapa sawit. Keberhasilan itu disebut membawa dampak langsung pada pengurangan impor solar dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.

"Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit," kata Presiden dalam sambutannya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Dampak Pengurangan Impor dan Target Bioetanol

Menurut Kepala Negara, produksi B50 telah menekan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor. Ia menambahkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Presiden menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru mampu mempercepat pembangunan di sektor energi. Keberhasilan ini, kata dia, menjadi modal penting untuk mencapai target swasembada energi di masa depan.

Rencana Peluncuran Motor dan Mobil Listrik Nasional

Selain energi, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap industri otomotif nasional. Dalam waktu dekat, pemerintah akan meluncurkan motor listrik buatan anak bangsa sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri kendaraan listrik dalam negeri.

"Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia," ujar Presiden.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada energi, tetapi juga pada pengembangan industri manufaktur strategis berbasis sumber daya dan talenta lokal.

Ajakan Bangkit dan Optimisme Menuju Negara Makmur

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menumbuhkan semangat membangun. Ia meyakini Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi negara makmur melalui kerja keras, kepemimpinan yang baik, dan keberanian memanfaatkan potensi sendiri.

"Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing senang. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit," tandasnya.

Bagikan
Sumber: radarbangsa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks