SUMATERA SELATAN — Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang menimpa rombongan anggota DPR dari Fraksi PKB itu. Dugaan sementara, sopir kehilangan konsentrasi dan mengantuk di jalur cepat hingga menabrak dump truck dari belakang.
Kronologi Tabrakan Beruntun di Jalur Cepat
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Taufik, menjelaskan mobil Innova yang ditumpangi Gus Hilman melaju dari timur ke barat. Kendaraan disebut tidak terkendali diduga karena sopir mengantuk, namun tetap melaju kencang.
"Kemungkinan kurang konsentrasi atau sopirnya diduga ngantuk sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya berupa dump truck," ujar Taufik, Minggu (24/5).
Dump truck saat itu berada di lajur kiri dan berjalan searah. "Posisi dump truck berjalan di lajur sebelah kiri, sehingga kendaraan Innova menabrak bak belakang sebelah kanan dump truck," tambahnya.
Dua Staf Tewas, Gus Hilman Dirujuk ke RSUD dr Soetomo
Total ada empat orang dalam mobil. Dua orang tewas adalah Alex Anwaruh dan Adinda Najwa, keduanya staf Gus Hilman. Dua korban selamat adalah Gus Hilman dan sopir, namun dalam kondisi kritis dan dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
"Untuk korban ada empat orang. Dua meninggal dunia, satu dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya dan satu lainnya dirawat di rumah sakit," kata Taufik.
Wakil Ketua Komisi X DPR: Alhamdulillah Sudah Melewati Masa Kritis
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyampaikan kabar terbaru kondisi Gus Hilman, Minggu (24/5). Politikus yang juga putra Waketum PKB Jazilul Fawaid itu disebut telah stabil.
"Alhamdulillah sudah melewati masa kritis. Kita doakan bersama ya," kata Lalu kepada wartawan.
Lalu meminta doa untuk kesembuhan Gus Hilman. "Alhamdulillah Mas Hilman baik-baik saja, mohon doanya ya supaya Mas Hilman segera pulih dan sehat sehingga bisa segera aktif kembali bertugas melaksanakan amanah rakyat," ucapnya.
Gus Hilman, Anggota Termuda DPR yang Kini Dirawat
Muhammad Hilman Mufidi, 25 tahun, merupakan anggota DPR termuda periode ini. Ia duduk di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, olahraga, dan kebudayaan. Kecelakaan terjadi saat rombongan dalam perjalanan dinas di Jawa Timur.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada faktor human error, yakni sopir mengantuk di jalan tol.