SUMATERA SELATAN — Kemenangan telak atas Malaysia membuat Garuda Pertiwi nyaman di puncak klasemen Grup A dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Tim polesan Timo Scheunemann ini unggul dua angka atas Hong Kong yang berada di posisi kedua, sementara Malaysia tertahan di satu poin dan Arab Saudi belum mengoleksi angka.
Hasil ini praktis membuat laga terakhir penyisihan grup menjadi partai penentu status juara grup. Garuda Pertiwi akan bersua Hong Kong, dan hasil imbang saja sudah cukup untuk memastikan posisi teratas sekaligus tiket semifinal.
Gol Cepat Fadilla dan Penalti Jazlyn Hancurkan Pertahanan Malaysia
Indonesia tidak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Fadilla menjebol gawang Malaysia pada menit ke-14, memanfaatkan pergerakan Anya Gabriella Chandra yang diakhiri umpan terobosan akurat. Gol ini menjadi pembuka keran kemenangan Garuda Pertiwi.
Jelang setengah jam pertama berakhir, tekanan Indonesia kembali membuahkan hasil. Kemelut di kotak penalti Malaysia berujung hadiah penalti pada menit ke-32. Jazlyn Kayla Firyal yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menceploskan bola ke gawang, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Sepak Pojok Nafeeza yang Langsung Masuk
Di babak kedua, Garuda Pertiwi tidak mengendurkan serangan. Gol ketiga datang dari situasi sepak pojok pada menit yang tidak disebutkan secara rinci. Eksekusi Nafeeza Ayasha Nori mengarah langsung ke gawang Malaysia dan masuk, memastikan kemenangan telak 3-0.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Garuda Pertiwi. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya, Putri Nusantara, akan menghadapi Singapura pada Senin (17/8) sore WIB di laga lanjutan turnamen.
Timo Scheunemann Soroti Ketegangan di Menit Awal
Pelatih Timo Scheunemann mengapresiasi kemenangan ini, tetapi ia menyoroti kebiasaan anak asuhnya yang butuh waktu untuk menemukan ritme permainan. Ia menilai tim masih kesulitan mengatasi ketegangan di 30 menit pertama.
"Intinya mereka itu harus bisa lebih tenang, enggak bisa tuh 30 menit baru menemukan bentuk permainan. Itu sesuatu yang mereka harus belajar, belajar mengatasi ketegangan di menit-menit pertama," kata Timo.
Ia juga mengingatkan para pemain untuk menjaga euforia setelah memastikan kelolosan. Fokus harus segera dialihkan ke pertandingan penentu melawan Hong Kong.
"Sama kami juga harus jaga euforia karena sudah memastikan lolos. Mereka harus belajar untuk tetap fokus pada pertandingan berikutnya," tegasnya.