SUMATERA SELATAN — Langkah besar menanti cabang olahraga biliar Sumatera Utara. Organisasi ini tak hanya berganti kepengurusan, tetapi juga menetapkan standar prestasi yang lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Pelantikan pengurus baru ini ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari Ketua Harian PB POBSI, Syafril Nasution, kepada Hidayat Batubara. Syafril hadir mewakili Ketua Umum PB POBSI, Hary Tanoesoedibjo. Momen ini menjadi simbol resmi dimulainya kerja kepengurusan untuk lima tahun ke depan.
Struktur Kepengurusan dan Target Mulia
Dalam susunan pengurus yang baru, Hidayat Batubara tidak berjalan sendirian. Ia didampingi oleh Ir H Ucok Afriansyah Rambe MM sebagai Ketua Harian. Posisi Sekretaris Umum dipercayakan kepada Meidi Budhiparama, sementara Alya Haya Anjany Lubis mengisi jabatan Bendahara.
Syafril Nasution berharap kepengurusan yang baru mampu membawa biliar Sumatera Utara menembus level yang lebih tinggi. "Kami berharap pengurus baru bisa bekerja maksimal dan berprestasi," ujarnya di sela-sela acara pelantikan.
Amunisi untuk mencapai target tersebut sebenarnya sudah teruji. Pada Kejurnas sebelumnya, kontingen Sumatera Utara berhasil mempersembahkan tiga medali emas dan tiga medali perak. Hasil itu menempatkan Sumut di peringkat ketiga klasemen akhir.
Modal Prestasi dan Pembinaan Atlet
Target lima emas di Kejurnas 2026 bukan angka yang muluk. Kenaikan jumlah medali ini dihitung dari tren peningkatan performa atlet biliar Sumut dalam dua tahun terakhir. Dari tiga emas menjadi lima emas, artinya ada tambahan dua podium utama yang harus diperebutkan.
Untuk PON XXII 2028 di NTB-NTT, targetnya jauh lebih berani. Delapan medali emas menjadi angka yang dipasang. Ini berarti hampir tiga kali lipat dari capaian terakhir di ajang multi-event terbesar di Indonesia tersebut.
Pengurus baru tentu tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan pembinaan atlet muda yang serius dan berjenjang. Beberapa bidang dalam struktur kepengurusan telah dibentuk untuk menjalankan program organisasi sekaligus pembinaan prestasi atlet secara berkelanjutan.
Dengan struktur yang lengkap dan target yang jelas, biliar Sumatera Utara kini memasuki era baru. Pertanyaannya, mampukah mereka merealisasikan ambisi besar di Kejurnas 2026 dan PON 2028? Jawabannya akan terlihat dari konsistensi pembinaan dalam beberapa bulan ke depan.