SUMATERA SELATAN — Leica Al Humairah Lubis menyumbang medali perunggu untuk Indonesia dari cabang karate di Asian Games 2026. Karateka asal Sumatera Utara itu menumbangkan wakil Kyrgyzstan, Begimai Orozalieva, dengan skor telak 6-1 di nomor kumite +68kg putri. Hasil ini menandai debut apik Leica di pesta olahraga terbesar Asia tersebut.
Pertandingan berlangsung di Toyohashi Gymnasium, Aichi, Jepang, pada hari pertama kompetisi karate Asian Games 2026. Kemenangan 6-1 atas Begimai Orozalieva memastikan Leica pulang membawa perunggu di nomor kumite +68kg putri.
Atlet berusia 22 tahun itu sejatinya berpeluang mendapatkan setidaknya medali perak. Langkahnya terhenti di semifinal setelah dikalahkan Maneevan Butsuwan dari Thailand dengan skor tipis 3-4.
Maneevan Butsuwan Akhiri Langkah Leica di Semifinal
Maneevan pada akhirnya mengantongi medali perak lantaran takluk dari wakil Kazakhstan, Sofya Berultseva, 0-8 di final. Kekalahan tipis dari Maneevan menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan Leica di Nagoya.
Meski begitu, torehan perunggu ini mempertegas konsistensi Leica di level internasional. Pada debutnya di SEA Games 2025, ia merebut medali emas di nomor yang sama.
Dua Karateka Indonesia Lain Gagal Raih Medali
Selain Leica, dua karateka Indonesia yang tampil pada hari yang sama gagal mendapatkan medali. Marzella Sekar Damayanti tersingkir di 16 besar nomor kata individual putri setelah kalah 1-4 dari wakil Taiwan, Hui-hsuan.
Nasib serupa dialami Muhammad Tegar Januar. Ia sebenarnya melaju sampai semifinal nomor kumite -55kg putra, tetapi kalah 1-6 dari karateka Kazakhstan, Zholaman Bigabyl.
Hasil itu membuat Tegar harus memperebutkan perunggu dengan wakil Tajikistan, Makhsatullo Muminov. Pada laga penentuan, Tegar mengakui keunggulan lawannya dengan skor 0-8.
Indonesia Kumpulkan 5 Medali hingga Sore Hari Pertama
Kontingen Indonesia meraih 5 medali terdiri atas 1 perak dan 4 perunggu di Asian Games 2026 hingga Minggu (20/9) sore WIB. Medali perak pertama datang dari cabang teqball.
Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar, Wai Khin Hin, pada laga final di Higashi Sports Center, Nagoya. Sumaya sempat merebut gim pertama dengan skor 12-10, tetapi kalah di dua gim berikutnya 8-12 dan 9-12.
Cabor teqball menambah perunggu melalui Yoga Adika Putra di nomor tunggal putra. Yoga memastikan perunggu usai lawannya, Zaid Eidan dari Kuwait, mengundurkan diri.
Dua perunggu lainnya disumbang wushu dan soft tenis. Seraf Naro Siregar menempati posisi ketiga dengan total nilai 9,720 di nomor Men's Changquan, sementara beregu putra soft tenis kalah 0-2 dari Jepang di semifinal.
Peluang Menambah Medali Masih Terbuka
Dengan kompetisi karate yang baru memasuki hari pertama, Indonesia masih berpeluang menambah pundi-pundi medali dari nomor-nomor tersisa. Leica sendiri telah membuktikan bahwa debutnya di Asian Games berjalan sesuai target.