Pencarian

7 Cara Murah Keliling Sumatera Selatan Pakai Transportasi Lokal, Lengkap dengan Rute Alternatif

Kamis, 06 Agustus 2026 • 18:40:01 WIB
7 Cara Murah Keliling Sumatera Selatan Pakai Transportasi Lokal, Lengkap dengan Rute Alternatif
Penumpang menyeberangi Sungai Musi menggunakan ketek dari kawasan 16 Ilir menuju Seberang Ulu, Palembang.

Palembang punya Sungai Musi yang membelah kota, dan itu bukan cuma pemandangan. Bagi perantau atau wisatawan, sungai ini adalah jalur transportasi publik yang murah dan bebas macet. Angkutan sungai tradisional atau yang akrab disebut ketek masih beroperasi untuk menyeberang dari kawasan 16 Ilir ke Seberang Ulu, menjadi alternatif nyata selain jembatan yang kerap padat di jam pulang kantor.

Di luar Palembang, jaringan jalan tol Trans-Sumatra sudah menghubungkan beberapa kabupaten, tetapi tarif tol bisa menguras kantong. Justru di sinilah peran transportasi umum darat seperti bus AKDP dan travel antar kota menjadi penting. Artikel ini menyusun peta cara berkeliling dari pinggiran Musi hingga dataran tinggi Pagar Alam dengan biaya minimal, berdasarkan pengalaman umum penumpang lokal.

1. Manfaatkan Kereta Api Ringan (LRT) untuk Mobilitas Dalam Kota

LRT Sumatera Selatan membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga kawasan Jakabaring. Moda ini paling efisien untuk menembus kemacetan Jalan Jenderal Sudirman, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

Tarifnya jauh lebih murah dibanding taksi online, dan frekuensi kedatangannya cukup sering. Stasiun terintegrasi dengan kawasan permukiman padat seperti Asrama Haji dan Demang Lebar Daun, memudahkan akses dari berbagai penjuru kota.

Untuk perjalanan ke area Jakabaring, LRT adalah pilihan paling masuk akal. Anda menghindari biaya parkir dan waktu terbuang di lampu merah.

2. Gunakan Bus Trans Musi untuk Rute Tepi Sungai

Bus rapid transit (BRT) bernama Trans Musi ini melayani koridor utama yang melintasi Jalan Kolonel Atmo dan Jalan Kapten A. Rivai. Armadanya cukup banyak, meski di jam sibuk tetap perlu bersabar menunggu.

Halte tersebar di titik-titik strategis seperti Pasar Cinde dan Pusri. Dari sini, Anda bisa lanjut dengan angkutan kota (angkot) untuk menjangkau gang-gang kecil. Kombinasi BRT dan angkot adalah formula paling hemat untuk eksplorasi kuliner khas Palembang seperti pempek di kawasan Ilir Barat.

Perhatikan arah lajur, karena beberapa koridor tidak melewati halte yang sama untuk jalur pulang-pergi. Tanyakan pada petugas di halte untuk memastikan rute yang tepat.

3. Naik Ketek untuk Menyeberang Sungai Musi

Ketek adalah perahu motor kecil yang menjadi tulang punggung transportasi warga Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Biayanya paling murah dibandingkan memutar lewat Jembatan Ampera atau Jembatan Musi II.

Naiklah dari dermaga kecil di dekat Pasar 16 Ilir. Anda akan tiba di kawasan Sentosa atau Talang Semut dalam hitungan menit. Pengalaman ini juga memberi perspektif berbeda tentang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai.

Pastikan Anda memegang erat barang bawaan saat turun, karena pijakan kayu di dermaga bisa licin saat air surut. Waktu terbaik menyeberang adalah pagi hari sebelum aktivitas pasar ramai.

4. Pilih Travel Antar Kota untuk Rute ke Pagar Alam dan Lahat

Untuk menuju dataran tinggi, travel antar kota (biasanya Toyota Avanza atau Innova) adalah pilihan paling efisien dibandingkan bus besar. Mereka biasanya menjemput di lokasi yang Anda tentukan dalam kota Palembang.

Rute ke Pagar Alam melewati jalan lintas yang berkelok, jadi pilih travel yang sopirnya dikenal ulet dan menguasai medan. Perjalanan memakan waktu sekitar 5-6 jam, jadi berangkatlah pagi buta agar tiba sebelum sore.

Harga tiket travel bervariasi tergantung musim dan jumlah penumpang. Lebih baik hubungi agen travel di dekat Pasar Kuto atau kawasan Ampera untuk tawar-menawar harga, terutama jika Anda berdua atau bertiga.

5. Manfaatkan Bus AKDP untuk Rute Ekonomis ke Kabupaten

Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) menghubungkan Palembang dengan kota-kota seperti Sekayu, Banyuasin, dan Prabumulih. Tarifnya paling murah, meski waktu tempuhnya lebih lama karena berhenti di banyak terminal kecil.

Terminal Kramasan di sisi timur Palembang menjadi titik keberangkatan utama untuk rute ke arah Jambi. Sementara untuk arah barat, terminal AKDP berada di dekat Pasar Induk Jakabaring. Datanglah lebih awal untuk mendapatkan kursi di dekat jendela.

Bus ini tidak selalu tepat waktu, jadi jangan jadwalkan koneksi yang terlalu mepet dengan transportasi lain. Anggap saja perjalanan ini bagian dari menikmati ritme kota.

6. Gunakan Ojek Pangkalan untuk Jarak Pendek di Area Padat

Di kawasan seperti 7 Ulu atau 3-4 Ulu, ojek pangkalan masih menjadi raja. Tarifnya bisa dinegosiasi, terutama jika Anda sudah tahu jarak tempuhnya. Ini lebih fleksibel daripada ojek online yang harganya dinamis.

Untuk menuju destinasi kuliner tersembunyi di gang sempit, ojek pangkalan adalah satu-satunya moda yang bisa masuk. Mereka juga sering tahu jalan pintas yang tidak ada di aplikasi peta digital.

Sepakati harga di awal sebelum naik. Jika ragu, tanyakan pada warga sekitar berapa tarif wajar untuk rute tersebut agar tidak ditawar terlalu mahal.

7. Kombinasikan dengan Kereta Api untuk Rute ke Lubuklinggau

Kereta api penumpang dari Stasiun Kertapati menuju Lubuklinggau menawarkan alternatif yang nyaman dan bebas macet. Jalur ini melintasi pedalaman Sumatera Selatan dengan pemandangan perkebunan karet dan sawit.

Harga tiketnya bersaing dengan bus, tetapi kenyamanannya jauh lebih baik. Anda bisa berjalan kaki di lorong gerbong dan membeli makanan dari pedagang yang naik turun di stasiun kecil. Ini pengalaman yang tidak didapatkan di moda darat lain.

Perhatikan jadwal keberangkatan karena kereta ini tidak beroperasi setiap jam. Pesan tiket beberapa hari sebelumnya di masa liburan panjang untuk memastikan kursi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah LRT Palembang beroperasi setiap hari?
Ya, LRT beroperasi setiap hari termasuk akhir pekan. Namun, frekuensi bisa berbeda di hari libur nasional, jadi cek jadwal resmi atau tanyakan di stasiun sebelum berangkat.

Berapa lama perjalanan dari Bandara ke Jakabaring dengan LRT?
Waktu tempuh sekitar 30-40 menit tergantung jumlah pemberhentian. Ini jauh lebih cepat dibandingkan naik mobil yang bisa terjebak macet hingga satu jam lebih.

Apakah ketek aman untuk wisatawan asing?
Aman, selama Anda memakai jaket pelampung yang disediakan dan mengikuti instruksi juru mudi. Hindari membawa barang terlalu besar karena ruang duduknya terbatas.

Di mana bisa naik bus AKDP ke Prabumulih?
Anda bisa naik dari Terminal Kramasan atau menunggu di pinggir Jalan Kolonel Burlian untuk bus yang lewat. Pastikan Anda melambaikan tangan cukup jelas agar bus berhenti.

Bagaimana cara membayar tiket Trans Musi?
Pembayaran menggunakan kartu elektronik atau uang tunai pas. Disarankan menyiapkan uang kecil agar memudahkan kondektur memberikan kembalian.

Transportasi lokal Sumatera Selatan punya karakter yang tidak terduga, tetapi justru di situlah letak efisiensinya. Dengan merencanakan rute kombinasi antara LRT, ketek, dan bus, Anda bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk mencicipi pindang patin di kawasan 10 Ulu atau membeli kain songket di kawasan 30 Ilir. Selamat mencoba, dan selalu utamakan keselamatan dengan memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks