Pencarian

Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Langkanya Kayu Jelutung dan Merbau, Ajak Mahasiswa Jaga Hutan di Festival Kehutanan UIN Palembang

Kamis, 21 Mei 2026 • 17:25:06 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Langkanya Kayu Jelutung dan Merbau, Ajak Mahasiswa Jaga Hutan di Festival Kehutanan UIN Palembang
Gubernur Herman Deru menyoroti kelangkaan kayu jelutung dan merbau di Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Kayu jelutung, merawan, hingga merbau yang dulu melimpah di kawasan pedesaan Sumatera Selatan kini mulai sulit dijumpai. Kondisi itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutan pada Festival Kehutanan di UIN Raden Fatah Palembang.

Menurut Herman Deru, berkurangnya kawasan hutan alami menjadi penyebab utama kelangkaan kayu-kayu khas tersebut. Ia menyebut perkembangan teknologi justru membantu menekan penebangan pohon secara besar-besaran.

“Kalau dulu hampir semua bangunan memakai kayu, sekarang sudah banyak alternatif. Ini salah satu bentuk kemajuan teknologi yang membantu menjaga hutan,” ujarnya di hadapan mahasiswa dan civitas akademika.

Material Pengganti Kayu Mulai Dimanfaatkan

Herman Deru mencontohkan sejumlah material bangunan modern yang kini banyak digunakan, seperti rangka baja ringan, kusen aluminium, dan aluminium composite panel (ACP). Penggunaan material tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada kayu untuk pembangunan.

Ia menekankan bahwa kemajuan di sektor konstruksi ini harus dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian hutan Sumsel. Terlebih, provinsi ini memiliki wilayah gambut yang sangat luas dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Pengalaman Pahit Kabut Asap Jadi Pelajaran

Gubernur juga mengingatkan pengalaman pahit ketika kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumsel sempat menjadi sorotan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Sekarang iklim sudah anomali. Sudah hampir Juni tapi masih hujan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar kebakaran lahan terjadi akibat ulah manusia yang lalai saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan terbuka. Ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menjaga lingkungan.

Kampus Didorong Jadi Pusat Edukasi Lingkungan

Festival Kehutanan yang digelar di Kampus UIN Raden Fatah Palembang itu mengusung semangat pelestarian lingkungan melalui edukasi, penanaman pohon, dan kampanye menjaga hutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Adil Jamil, menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya kampus dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang hijau dan asri. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga ditandai dengan penanaman pohon di Kampus UIN serta pameran yang berkaitan dengan kehutanan.

Herman Deru optimistis semangat mahasiswa akan terus tumbuh untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai kawasan hijau dan paru-paru kota. Ia menegaskan pentingnya peran akademisi dalam membangun kesadaran lingkungan di Sumatera Selatan.

Bagikan
Sumber: populinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks