SUMATERA SELATAN — Koreksi harga emas Antam hari ini cukup dalam. Berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam yang dikutip Kamis (27/8), harga pembelian kembali atau buyback ditetapkan di level Rp 2.583.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya. Artinya, selisih antara harga jual dan buyback saat ini mencapai Rp 140.000 per gram, di luar biaya dan pajak yang berlaku.
Bagi investor yang berencana merealisasikan keuntungan, selisih ini penting diperhitungkan. Penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Potongan pajak ini langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran pada perdagangan hari ini, belum termasuk pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017:
- 0,5 gram: Rp 1.411.000
- 5 gram: Rp 13.390.000
- 10 gram: Rp 26.972.500
- 25 gram: Rp 66.667.000
- 50 gram: Rp 133.295.000
- 100 gram: Rp 266.512.000
- 250 gram: Rp 666.015.000
- 500 gram: Rp 1.331.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.663.600.000
Kontras dengan Pasar Global, Fokus ke Kevin Warsh
Pergerakan harga emas domestik berbanding terbalik dengan pasar internasional. Harga emas di pasar spot naik 0,5 persen ke posisi US$ 4.615,27 per ons troi pada pagi ini. Kontrak berjangka emas AS juga menguat 0,4 persen ke level US$ 4.669,5 per ons troi.
Penguatan harga emas global ditopang oleh peralihan fokus pelaku pasar ke agenda pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, pada pekan ini. Pelaku pasar menantikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter AS selanjutnya, yang akan menentukan pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury).
Komentar Warsh yang cenderung hawkish atau dovish akan langsung memengaruhi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Jika sinyal penurunan suku bunga menguat, tekanan terhadap dolar AS akan meningkat dan berpotensi mendorong harga emas global semakin tinggi.
Antam vs Global: Apa Artinya bagi Investor?
Perbedaan arah pergerakan harga emas Antam dan harga global merupakan fenomena yang sering terjadi dalam jangka pendek. Harga emas Antam lebih dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, dinamika permintaan domestik, dan ketersediaan stok di butik logam mulia.
Sementara itu, harga emas global lebih responsif terhadap sentimen makroekonomi global, terutama kebijakan suku bunga bank sentral AS. Kondisi ini menciptakan peluang arbitrage bagi investor jangka pendek, namun tetap berisiko tinggi.
Untuk investasi jangka panjang, emas batangan Antam tetap menjadi pilihan utama karena likuiditasnya yang tinggi di pasar domestik. Namun, investor perlu mencermati selisih harga jual dan buyback yang lebar serta biaya pajak yang menyertainya sebelum memutuskan untuk bertransaksi.