Pencarian

BP BUMN Soroti Keuangan INKA: Rugi Rp677 Miliar, Utang Rp4,7 Triliun

Kamis, 17 September 2026 • 09:36:31 WIB
BP BUMN Soroti Keuangan INKA: Rugi Rp677 Miliar, Utang Rp4,7 Triliun

SUMATERA SELATAN — Badan Pengelola BUMN menyoroti kondisi keuangan PT INKA (Persero) yang dinilai tidak sehat, dengan kerugian mencapai Rp677 miliar dan utang atau unsustain loan sebesar Rp4,7 triliun. Kepala BP BUMN yang juga COO Danantara, Doni Oskaria, menyampaikan temuan itu langsung dalam rapat bersama direksi INKA. Persoalan keuangan ini muncul di tengah kebutuhan Indonesia mempercepat industrialisasi perkeretaapian.

Bagi Doni, kondisi itu terbilang aneh karena INKA merupakan perusahaan manufaktur dengan produk dan pelanggan yang jelas, yakni kereta api. Ia pun mendorong transformasi pada sisi keuangan dan manajemen INKA, sekaligus meminta direksi berkomitmen membenahi perusahaan.

Mengapa Keuangan INKA Dinilai Tidak Sehat

Doni menegaskan Indonesia saat ini membutuhkan INKA untuk industrialisasi, terutama di sektor perkeretaapian. Kebutuhan itu sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kemajuan di kereta api Indonesia. Artinya, persoalan keuangan INKA bukan sekadar urusan internal perusahaan, melainkan menyangkut kesiapan industri dalam negeri memasok sarana kereta.

Kerugian Rp677 miliar dan beban utang Rp4,7 triliun menjadi sorotan utama karena muncul di perusahaan yang seharusnya punya pasar pasti. Pemerintah dan Danantara disebut mendorong perbaikan tata kelola agar kondisi ini tidak berlarut-larut.

Hambatan Produksi di Pabrik Banyuwangi

Dalam rilis INKA saat kunjungan Danantara pada 15 September lalu, Direktur Utama INKA Bambang Jatmika menjelaskan masalah yang dihadapi perusahaan, terutama dalam produksi sarana kereta api di pabrik Banyuwangi. Bambang menyebut masalah utamanya ada pada supply chain atau rantai pasokan yang terhambat infrastruktur pendukung seperti jalan dan rel kereta api.

Penyebabnya, sebagian besar material produksi didatangkan dari luar Banyuwangi. Kondisi ini membuat proses produksi tidak berjalan mulus dan menambah beban operasional perusahaan.

Terowongan Mrawan dan Jalur Uji Jadi Kendala

Di jalur rel, masalah utama ada di Terowongan Mrawan yang loading gauge-nya terlalu kecil untuk sarana kereta yang diproduksi INKA saat ini. Akibatnya, INKA terpaksa menempuh dua kali perjalanan saat mengirim sarana kereta yang diproduksi, yakni memakai truk atau kapal dari Banyuwangi ke Surabaya lalu dilanjutkan lewat jalur rel.

Pola itu terlihat dalam pengiriman sarana KRL CLI-225 trainset 9 yang dilakukan melalui jalur laut ke Surabaya, lalu diteruskan lewat jalur rel menuju Madiun. Pabrik Banyuwangi juga belum memiliki jalur uji yang terelektrifikasi, baik LAA maupun LAB. Sarana KRL yang akan diujicoba pun harus dikirim ke Madiun. Peralatan usang serta kurangnya SDM terampil menambah daftar masalah produksi sarana kereta api di INKA.

Jalan Tol Probowangi dan Solusi yang Disiapkan

Hingga berita ini ditulis, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) sepanjang 176,4 kilometer masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada 2027. Jalan tol ini diharapkan memperbaiki konektivitas material dan hasil produksi dari Banyuwangi.

Senior Director Transportation Sector Danantara Asset Management, Wamildan Tsani, mengatakan pihaknya tidak ingin memberikan teguran kepada INKA atas masalah yang dihadapi saat ini. Danantara akan membantu INKA mencari solusi agar masalah tersebut tidak berlarut-larut dan produksi sarana kereta api dapat berjalan dengan baik.

Penutup: Kombinasi kerugian, utang besar, dan hambatan infrastruktur membuat INKA berada di titik yang menuntut pembenahan menyeluruh. Posisinya sebagai pemasok utama sarana perkeretaapian nasional membuat perbaikan kinerja INKA menjadi prasyarat bagi agenda industrialisasi kereta api yang didorong pemerintah.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: redigest.web.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks