SUMATERA SELATAN — Prediksi kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Lembaga riset TrendForce memperkirakan biaya komponen, terutama memori, untuk iPhone Pro 256 GB pada kuartal III 2026 hampir 400 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini memaksa Apple untuk menyesuaikan harga jual di tengah tekanan biaya produksi global.
Berapa Estimasi Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max?
TrendForce memproyeksikan iPhone 18 Pro akan dibanderol mulai USD 1.249 hingga USD 1.299. Dengan kurs sekitar Rp 17.584 per USD (estimasi), angka tersebut setara Rp 21,9 juta hingga Rp 22,8 juta.
Sementara untuk varian tertingginya, iPhone 18 Pro Max, harganya diperkirakan naik ke kisaran USD 1.349-1.399. Konversi langsung ke rupiah menghasilkan nilai sekitar Rp 23,7 juta sampai Rp 24,6 juta.
Perlu dicatat, angka ini adalah proyeksi harga pasar Amerika Serikat. Harga resmi di Indonesia biasanya lebih tinggi karena masih ada komponen pajak, biaya distribusi, dan kebijakan harga lokal yang diterapkan oleh Apple.
iPhone Ultra: Ponsel Lipat Pertama yang Tembus Rp 50 Juta?
Perhatian utama publik tertuju pada iPhone lipat pertama Apple yang diprediksi menyandang nama iPhone Ultra. TrendForce memperkirakan perangkat ini akan dibanderol mulai USD 2.099 hingga USD 2.299, atau sekitar Rp 36,9 juta-Rp 40,4 juta.
Untuk konfigurasi penyimpanan tertinggi, harganya bisa mendekati USD 3.000 atau setara Rp 52,8 juta. Bocoran lain dari jaringan ritel Australia bahkan menyebutkan angka yang lebih fantastis.
Dikutip dari laporan yang beredar, harga iPhone Ultra di Australia tercatat AUD 3.699 untuk varian 256 GB, AUD 4.199 untuk 512 GB, dan AUD 4.699 untuk 1 TB. Dengan kurs sekitar Rp 12.731 per AUD, nilainya setara Rp 47,1 juta, Rp 53,5 juta, dan Rp 59,8 juta.
Mengapa Harganya Bisa Melonjak Drastis?
Selain faktor memori, iPhone 18 Pro dan Pro Max disebut akan menggunakan chip A20 Pro dengan fabrikasi 2nm. Teknologi ini menjanjikan efisiensi daya lebih baik, tetapi biaya produksinya jauh lebih mahal dibanding generasi sebelumnya.
Apple juga dikabarkan akan menyematkan layar LTPO+ yang lebih hemat energi, baterai berkapasitas lebih besar, dan peningkatan signifikan pada sektor kamera. Semua peningkatan spesifikasi ini berkontribusi pada naiknya biaya produksi.
Khusus untuk iPhone Ultra, biaya tambahan berasal dari penggunaan layar fleksibel, desain engsel baru, dan konstruksi foldable yang secara teknis lebih kompleks untuk dirakit.
Kapan Harga Resmi Diumumkan?
Semua angka yang beredar saat ini masih berupa prediksi dan kebocoran dari rantai pasok. Kepastian harga iPhone 18 Pro Max dan iPhone Ultra baru akan diketahui setelah Apple mengumumkannya secara resmi di acara peluncuran pada Kamis dini hari nanti.
Bagi pengguna di Indonesia yang berniat membeli, selisih harga dengan pasar global biasanya berada di kisaran 15-20 persen. Artinya, jika prediksi TrendForce akurat, iPhone Ultra bisa saja dibanderol di atas Rp 45 juta untuk varian dasar saat resmi masuk pasar Tanah Air.