Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Posko Aju Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Senin. Dalam rapat yang terhubung secara virtual dengan Jambi dan Lampung itu, Sumsel menjadi sorotan utama karena mencatatkan 1.410 titik panas, tertinggi di antara 10 provinsi di Sumatera.
PALEMBANG — Langkah penanganan karhutla di Sumatera memasuki babak baru setelah Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke lapangan. Rapat yang digelar di Posko Aju Penanggulangan Karhutla Sumatera Selatan itu dihadiri sejumlah menteri, Panglima TNI, Kapolri, hingga Kepala Badan Intelijen Negara, serta jajaran Forkopimda Sumsel.
Gubernur, Kapolda, dan Pangdam dari Provinsi Jambi serta Lampung bergabung secara daring di bagian akhir rapat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuka jalannya rapat sebelum kendali penuh diambil alih oleh Presiden.
1.410 Titik Panas di Sumsel, Luas Lahan Terbakar Capai 36.047 Hektare
Data Kementerian Kehutanan yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan konsentrasi karhutla tertinggi berada di Sumsel dengan 1.410 titik panas. Angka ini jauh melampaui Riau yang mencatat 480 titik dan Jambi dengan 425 titik.
Total luas lahan yang terbakar di seluruh Pulau Sumatera sepanjang tahun 2026 mencapai 36.047,64 hektare. Dampaknya sudah terasa di sejumlah kota, dengan indeks kualitas udara Palembang berada di angka 180, sementara Pekanbaru menyentuh level sangat tidak sehat di angka 225.
Instruksi Presiden: Sumur Bor, Sekat Kanal, dan Operasi Modifikasi Cuaca
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo meminta penambahan pembangunan sumur bor dan sekat kanal di wilayah gambut sebagai langkah pencegahan. Pembangunan infrastruktur ini akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk budi daya ikan.
"Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor mencari air," kata Prabowo di hadapan jajaran yang hadir.
Presiden juga mendorong perluasan operasi modifikasi cuaca guna membasahi lahan gambut yang rawan terbakar. Instruksi ini disertai peringatan agar jajaran tetap waspada terhadap fenomena El Nino yang diperkirakan memperpanjang musim kemarau tahun ini.
Kepala BPBD Sumsel Diminta Paparkan Kondisi Terkini
Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel diminta memberikan penjelasan detail mengenai kondisi terkini penanganan karhutla di wilayahnya. Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah pusat terhadap Provinsi Sumatera Selatan dalam upaya pengendalian kebakaran lahan.
Pemerintah telah menetapkan enam provinsi sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Kunjungan ke Palembang ini merupakan kelanjutan dari peninjauan serupa yang sebelumnya dilakukan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta rapat yang digelar di Pekanbaru, Riau, pada Senin pagi.