Pencarian

Kualitas Udara Palembang Kritis, Konsentrasi PM2.5 Tembus 203 µg/m³ saat Kabut Asap Karhutla Meningkat

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:45:01 WIB
Kualitas Udara Palembang Kritis, Konsentrasi PM2.5 Tembus 203 µg/m³ saat Kabut Asap Karhutla Meningkat
Kabut asap karhutla menyelimuti Palembang dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 203 µg/m³ pada dini hari.

PALEMBANG — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Ibu Kota Sumatera Selatan dengan tingkat polusi yang mengkhawatirkan. Data pemantauan Stasiun PM2.5 di Musi Palembang menunjukkan lonjakan drastis konsentrasi partikulat halus pada dini hari tadi, jauh melampaui ambang batas normal yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 203 µg/m³ dan sempat turun tipis menjadi 198,6 µg/m³ satu jam kemudian. Angka ini hampir delapan kali lipat dari standar harian WHO yang idealnya berada di bawah 25 µg/m³.

Fluktuasi Polusi Berlanjut Hingga Pagi Hari

Penurunan sempat terjadi pada pukul 03.00 WIB ketika konsentrasi PM2.5 turun menjadi 92,9 µg/m³. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama. Memasuki pukul 07.00 WIB, saat warga mulai beraktivitas, konsentrasi kembali merangkak naik hingga 142,9 µg/m³ dan menempatkan kualitas udara pada kategori tidak sehat.

Fluktuasi ini dinilai menjadi perhatian serius karena terjadi tepat ketika mobilitas masyarakat mulai meningkat. Pola ini menunjukkan bahwa lapisan asap masih tebal di lapisan udara bawah dan mudah terhirup, terutama pada pagi hari.

Imbauan untuk Kelompok Rentan dan Pengguna Jalan

Wandayantolis menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar penurunan kualitas udara biasa, melainkan indikator bahaya kesehatan yang nyata. "Kualitas udara di Palembang pada hari ini kian memburuk, tercatat sangat tidak sehat atau kategori merah pada pukul 01.00 WIB dan 02.00 WIB. Bahkan hingga pagi hari masih belum membaik, karena masih kuning atau tidak sehat," ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

"Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, mengingat kualitas udara kian memburuk pada hari ini," katanya menambahkan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit jantung diminta untuk lebih waspada. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat memicu iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga memperburuk kondisi kardiovaskular dalam jangka panjang.

Karhutla Jadi Pemicu Utama Memburuknya Udara

Memburuknya kualitas udara di Palembang kali ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Titik panas yang muncul di area gambut dan perkebunan menjadi sumber utama kabut asap yang terbawa angin hingga ke pusat kota.

Warga yang memiliki jadwal aktivitas di luar ruangan pada pagi hingga siang hari disarankan untuk memantau perkembangan kualitas udara terlebih dahulu. Jika memungkinkan, kurangi durasi berada di luar rumah dan pastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap bersih.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relung.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks