BANYUASIN — Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kabupaten Banyuasin tahun ini. Pawai Karnaval Pembangunan, Seni dan Budaya yang digelar di Lapangan Munai Serumpun, Kecamatan Banyuasin III, Pangkalan Balai, Rabu (19/8), berlangsung meriah tanpa membebani anggaran daerah.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., ini diikuti oleh satuan pendidikan hingga kelompok masyarakat umum. Beragam kreativitas ditampilkan peserta, mulai dari kostum adat hingga atraksi seni budaya khas Bumi Sedulang Setudung.
Kemeriahan yang Lahir dari Inisiatif Warga
Yang membedakan pawai kali ini bukan sekadar kemeriahannya, melainkan sumber pendanaannya. Netta Indian menyebut kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat semangat gotong royong, tanpa mengandalkan APBD.
“Ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Masyarakat dapat bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan dengan semangat gotong royong tanpa menggunakan dana APBD,” ujar Netta dalam sambutannya.
Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa antusiasme dan kebersamaan warga Banyuasin dalam memperingati hari bersejarah bangsa tidak perlu diukur dari besarnya anggaran.
Warisan Bung Karno dan Bung Hatta yang Hidup
Di tengah hiruk-pikuk pawai, Netta mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremonial tahunan. Momen ini disebutnya sebagai pengingat akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno dan Bung Hatta harus terus kita hidupkan. Nilai kebersamaan ini merupakan warisan para pendiri bangsa yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Energi positif dari peringatan kemerdekaan ini diharapkan bisa menjadi modal sosial dalam membangun Banyuasin ke depan.
Partisipasi Lintas Elemen Masyarakat
Pawai karnaval ini turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuasin, Camat Banyuasin III, serta jajaran perangkat daerah. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat suasana kebersamaan dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Penampilan seni dan budaya dari para peserta menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas generasi muda Banyuasin.
Suksesnya pawai tanpa APBD ini menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat. Partisipasi warga dan kreativitas yang ditampilkan membuktikan bahwa pembangunan daerah bisa dimulai dari inisiatif bersama, bukan sekadar menunggu program pemerintah. (bbs/ion)