SUMATERA SELATAN — Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida melaporkan rentetan gempa susulan itu terekam hingga pukul 07.07 WIB. Kekuatan getarannya bervariasi, mulai dari magnitudo 3,6 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 6,2. Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dilaporkan sempat dirasakan oleh masyarakat.
"Hingga pukul 07.07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock," ujar Nelly dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8).
Tsunami Sempat Terdeteksi di 10 Titik, Tertinggi di Maurole
Sebelum peringatan dini dicabut, BMKG mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Data pemantauan menunjukkan tsunami tercatat di sepuluh titik, dengan ketinggian maksimum mencapai 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende, pada pukul 05.27 WIB.
Wilayah lain yang terdampak antara lain Sikka dengan ketinggian 0,19 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, dan Flores Timur 0,25 meter. Ketinggian signifikan juga terpantau di Labuan Bajo (0,36 meter), Bulukumba (0,54 meter), dan Baubau (0,30 meter). Sementara itu, wilayah Dompu, Bakalang-Alor, dan Kolaka mencatat kenaikan yang lebih rendah, masing-masing 0,17 meter, 0,14 meter, dan 0,23 meter.
Risiko Runtuhan Bangunan dan Imbauan Keselamatan Warga
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi.
"Jadi nanti BMKG akan terus monitor aktivitas gempa susulannya dan akan terus menginformasikan ke masyarakat," kata Wijayanto.
BMKG mengeluarkan imbauan tegas agar warga di daerah terdampak tidak memasuki bangunan yang telah rusak akibat guncangan utama. Struktur bangunan yang retak atau melemah berisiko tinggi runtuh sewaktu-waktu jika terjadi gempa susulan berkekuatan besar, sehingga membahayakan keselamatan jiwa.
Peringatan Dini Dicabut, Status Siaga Telah Berakhir
BMKG sebelumnya menetapkan status Siaga dan Waspada tsunami untuk sejumlah wilayah setelah gempa utama berpotensi memicu gelombang tinggi. Kepala BMKG Manggarai Barat Maria Patrica Seran juga sempat menyampaikan peringatan terkait potensi tsunami dan kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Setelah memantau perkembangan muka air laut yang mulai normal, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.