Pencarian

Suno Resmi Beri Watermark ke Lagu AI dan Batasi Unduhan demi Cegah Banjir Konten Palsu

Jumat, 07 Agustus 2026 • 04:31:01 WIB
Suno Resmi Beri Watermark ke Lagu AI dan Batasi Unduhan demi Cegah Banjir Konten Palsu
Suno resmi menerapkan watermark dan pembatasan unduhan untuk lagu buatan AI guna mencegah penyebaran konten palsu.

SUMATERA SELATAN — Pekan ini, CEO Suno Mikey Shulman mengumumkan serangkaian "alat transparansi" baru melalui blog resmi perusahaan. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tekanan industri musik yang semakin intensif, termasuk gugatan hak cipta dari label-label besar seperti Sony Music, Universal Music Group, dan Warner Music Group. Inti dari kebijakan baru ini adalah penerapan penanda audio yang akan mengikuti lagu buatan pengguna Suno ke mana pun trek tersebut didistribusikan.

Bagaimana Cara Kerja Watermark Suno?

Shulman menyebut perusahaan akan mengadopsi "teknologi watermark audio dan fingerprinting baru" untuk menangkal penipuan AI secara lebih efektif. Secara prinsip, mekanisme ini mirip dengan SynthID milik Google yang memungkinkan konten buatan AI dilacak kembali ke sumbernya, bahkan setelah file diedit atau dikompresi. Namun, detail teknis mengenai bagaimana tepatnya solusi Suno bekerja belum diungkapkan secara gamblang.

Menariknya, Shulman menambahkan bahwa keputusan akhir untuk mengkomunikasikan apakah sebuah lagu dibuat dengan AI seharusnya tetap berada di tangan artis dan platform distribusi. Artinya, watermark ini berfungsi sebagai alat deteksi latar belakang, bukan sekadar label yang tampak jelas di antarmuka pemutar musik.

Pembatasan Unduhan untuk Cegah Distribusi Massal

Selain sistem penanda, Suno juga memberlakukan batas unduhan baru. Kebijakan ini dirancang khusus untuk membendung praktik distribusi massal lagu AI ke platform streaming. Langkah ini menyusul seruan koalisi label musik dunia yang meminta lagu-lagu "AI slop" yang membanjiri tangga lagu global untuk didiskualifikasi. Meski detail teknis soal kuota unduhan ini belum dirinci, arah kebijakannya jelas: mempersulit pihak-pihak yang ingin membanjiri layanan streaming dengan konten generatif dalam jumlah besar.

Di Tengah Pusaran Gugatan Hukum

Keputusan ini hadir di sela-sela pertarungan hukum yang sedang berlangsung. Suno dan Udio, sesama pengembang AI musik, sebelumnya dituduh melatih model mereka menggunakan musik yang tidak memiliki izin dalam skala masif. Pada November tahun lalu, Warner Music justru mencapai kesepakatan dengan Suno untuk melisensikan musik dan kemiripan artis mereka, mengakhiri sengketa hukum yang berkepanjangan.

Namun, pekan ini Suno kembali menerima pukulan telak. Pengadilan di Munich, Jerman, memutuskan bahwa Suno terbukti melatih sistemnya dengan musik berhak cipta yang tidak memiliki izin penggunaan. Putusan ini diajukan oleh lembaga lisensi Gema. Suno menyatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut dan berencana mengajukan banding.

Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Dalam pernyataannya, Suno menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan nama artis dalam metadata pelatihan dan melarang pengguna menyebut artis atau lagu tertentu saat mengetik perintah (prompt). Untuk memperkuat sistem pertahanan ini, perusahaan kini bekerja sama dengan Audible Magic dan Musixmatch, dua perusahaan spesialis pengenalan konten dan data lirik. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyaring file audio dan teks lirik yang diunggah pengguna guna mendeteksi potensi penyalahgunaan sejak dini.

Bagi pengguna di Indonesia yang kerap bereksperimen dengan pembuatan lagu AI, kebijakan ini menandakan era baru di mana jejak digital sebuah lagu tidak akan bisa dihapus. Meski membatasi anonimitas kreator, langkah ini justru melindungi karya orisinal musisi dan menjaga kredibilitas platform streaming dari serbuan konten artifisial. Suno tampaknya memilih jalan aman dengan berinvestasi pada transparansi demi menyelamatkan bisnisnya di tengah badai regulasi global.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks