SUMATERA SELATAN — Xiaomi membekali Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max dengan Smart Privacy Display, teknologi anti-intip yang bekerja di tingkat pixel, bukan lapisan kaca tambahan. Mode privasi membuat kecerahan layar dari sudut pandang di atas 60 derajat merosot hingga tinggal 1 persen. Pendekatan ini menjawab kelemahan teknologi serupa di Galaxy S26 Ultra yang dikeluhkan membuat tampilan buram.
Panel layar kedua ponsel flagship tersebut menggabungkan pixel standar berkisi lebar dengan pixel privasi ber-angle sempit. Setiap pixel privasi dilengkapi struktur fisik mikroskopis atau baffles di sisi kiri dan kanannya. Arsitektur inilah yang membedakan Smart Privacy Display dari lapisan tempered glass privasi yang selama ini dijual terpisah.
Cara Kerja Pixel Anti-Intip
Saat mode privasi diaktifkan, pixel standar dimatikan dan hanya menyisakan pixel privasi. Konsekuensinya, layar tampak gelap gulita bagi siapa pun yang melihat dari samping. Pengguna yang menatap layar dari depan tetap mendapat tampilan normal.
Mekanisme ini bekerja otomatis tanpa perlu menempelkan pelindung layar tambahan. Kualitas tampilan pun tidak dikorbankan saat mode privasi tidak dipakai.
SuperPixel 2.0 dan Kompromi Visual yang Dihindari
Samsung lebih dulu memboyong teknologi Privacy Display berbasis hardware pada Galaxy S26 Ultra awal tahun ini. Namun Samsung mengakui mode Maximum privacy di perangkat tersebut bisa membuat tampilan layar sedikit buram atau mengalami pergeseran warna. Pengakuan itu dikutip detikINET dari Sammyguru, Kamis (24/9/2026).
Xiaomi mengklaim mengatasi masalah tersebut lewat panel Super Pixel 2.0 RGB. Panel ini mengusung susunan subpixel full RGB dengan total hingga 9,5 juta subpixel. Xiaomi mengeklaim kualitas visual, ketajaman, dan reproduksi warna layar tetap sempurna 100 persen saat mode privasi dimatikan, tanpa distorsi khas panel Pentile.
Kontrol Software Lebih Luas dari Samsung
Samsung membatasi pengaktifan privasi pada seluruh layar, aplikasi tertentu, atau notifikasi saja. Xiaomi memberikan opsi kendali software yang lebih luas melalui beberapa mode berikut:
- Privasi granular: perlindungan dapat diaktifkan khusus untuk halaman tertentu, aplikasi finansial, notifikasi pop-up, floating windows, hingga tampilan split-screen.
- Pemicu berbasis lokasi: layar privasi aktif otomatis saat pengguna berada di tempat umum, transportasi publik, atau kantor, lalu kembali normal saat tiba di rumah.
- Deteksi orang mengintip: kamera depan dan sensor AI mendeteksi pandangan mata orang lain di belakang bahu pengguna, lalu memberi peringatan untuk mengaktifkan mode privasi.
- Perintah suara dan tombol fisik: mode privasi dapat dinyalakan instan lewat peranti perintah suara Xiao AI maupun tombol fisik AI yang bisa dikustomisasi.
Kenapa Fitur Ini Relevan buat Pengguna Indonesia
Penggunaan ponsel di transportasi publik dan ruang kerja terbuka membuat risiko layar diintip jadi persoalan harian. Fitur berbasis lokasi dan deteksi tatapan menyasar langsung skenario tersebut. Pendekatan software Xiaomi juga membuka peluang perlindungan menyasar aplikasi finansial, segmen yang tumbuh cepat seiring adopsi dompet digital dan mobile banking di pasar lokal.
Smart Privacy Display sendiri masih eksklusif untuk lini Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max. Xiaomi belum merinci jadwal rollout resmi kedua perangkat ke Indonesia maupun harga jualnya di pasar lokal.