Pencarian

Arus Keluar Bitcoin ETF Capai Rekor 9 Hari Beruntun, Investor Tarik Rp 45 Triliun

Jumat, 29 Mei 2026 • 20:13:01 WIB
Arus Keluar Bitcoin ETF Capai Rekor 9 Hari Beruntun, Investor Tarik Rp 45 Triliun
Arus keluar Bitcoin ETF mencatat rekor 9 hari berturut-turut dengan penarikan dana mencapai Rp 45 triliun.

Rekor arus keluar ini melampaui periode tekanan jual sebelumnya. Data dari SoSoValue menunjukkan dalam sembilan sesi tersebut, dana yang keluar dari produk Bitcoin ETF spot AS menembus angka 2,8 miliar dolar AS. Pekan ini saja, dana yang keluar mencapai sekitar 1,3 miliar dolar AS, memperpanjang tren arus keluar bersih selama tiga pekan berturut-turut. Secara bulanan, penarikan dana kini mencapai 2,3 miliar dolar AS.

Investor Pindah Haluan ke Saham AI dan Semikonduktor

Kinerja Bitcoin yang lesu menjadi latar belakang utama aksi jual ini. Sejak awal tahun, aset kripto tertinggal jauh dari aset-aset berkinerja terbaik di pasar, terutama saham perusahaan kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan chip memori. Sektor-sektor ini terus menarik modal di tengah euforia belanja infrastruktur AI global.

“Bitcoin underperforms high-flying AI and semiconductor stocks,” tulis laporan tersebut, menggambarkan pergeseran selera investor ke aset yang memberikan imbal hasil lebih kuat dalam jangka pendek.

Transaksi Besar BlackRock Picu Kekhawatiran

Sinyal aksi jual institusional juga muncul di permukaan. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, produk Bitcoin ETF terbesar di dunia, mencatat arus keluar harian terbesar sejak diluncurkan pekan ini. Transaksi dalam jumlah besar terjadi melalui dark pool, mekanisme perdagangan di luar bursa utama yang sering digunakan institusi besar. Skala penebusan ini mengindikasikan kemungkinan investor institusi mengalihkan modal dari eksposur Bitcoin ke sektor lain yang baru-baru ini memberikan imbal hasil lebih menarik.

Sejarah Menunjukkan Tren Ini Sering Jadi Titik Balik

Meskipun mencemaskan, pola arus keluar ETF yang berkepanjangan justru kerap menjadi sinyal terbentuknya harga dasar (bottom) lokal Bitcoin. Data Glassnode menunjukkan rata-rata pergerakan 14 hari arus ETF cenderung mencapai titik terendah di dekat momen-momen pembalikan harga signifikan. Pola serupa terjadi saat koreksi awal Februari lalu ketika Bitcoin sempat jatuh ke 60.000 dolar AS, dan pada November saat arus keluar ETF meningkat seiring koreksi Bitcoin pasca-rekor tertinggi sepanjang masa di dekat level 85.000 dolar AS.

Bagi investor Indonesia yang memiliki eksposur ke aset kripto, periode ini menjadi pengingat bahwa arus dana institusional masih menjadi penentu utama pergerakan harga jangka pendek. Pertanyaan besarnya: apakah kali ini sejarah akan berulang, atau tren outflow baru saja dimulai?

Bagikan
Sumber: coindesk.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks