Pencarian

Adam Wharton Tak Menangis Dicoret dari Skuad Inggris Piala Dunia, Performa di Final Conference League Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 • 02:11:01 WIB
Adam Wharton Tak Menangis Dicoret dari Skuad Inggris Piala Dunia, Performa di Final Conference League Jadi Sorotan
Adam Wharton tampil gemilang di final Conference League meski dicoret dari skuad Inggris Piala Dunia.

SUMATERA SELATAN — Keputusan Thomas Tuchel mengumumkan skuad Inggris untuk Piala Dunia musim panas ini menyisakan kontroversi. Salah satu nama yang paling disorot adalah Jordan Henderson, gelandang Brentford berusia 35 tahun yang lebih banyak duduk di bangku cadangan musim ini. Di sisi lain, Adam Wharton yang tampil konsisten bersama Crystal Palace justru harus terpinggirkan.

Final Conference League Jadi Panggung Pembuktian Wharton

Di Red Bull Arena, Leipzig, Rabu (27/5) dini hari WIB, Wharton membuktikan kualitasnya. Dalam laga melawan Rayo Vallecano, pemain berusia 22 tahun itu mengendalikan lini tengah The Eagles. Ia menyelesaikan mayoritas umpannya, memenangkan duel, dan hanya sekali kehilangan bola.

Puncaknya, Wharton membuka ruang tembak dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Rayo Vallecano, Augusto Batalla, memblok bola. Bola muntah langsung disambar Jean-Philippe Mateta menjadi gol kemenangan Crystal Palace.

"Ini Bukan Akhir Dunia"

Usai pertandingan, Wharton angkat bicara soal pencoretannya dari skuad The Three Lions. Ia mengaku tak punya waktu untuk bersedih.

"Itulah sepak bola. Tidak ada jaminan saya akan pergi ke Piala Dunia. Saya tidak akan duduk di sini dan menangis karenanya," ujar Wharton kepada TNT Sports. "Saya tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti itu. Ini bukan akhir dunia, saya masih muda. Semoga ada turnamen dan Piala Dunia lain yang bisa saya ikuti di masa depan."

Meski kata-katanya terdengar tegar, nada bicara Wharton dalam konferensi pers terlihat sendu. Ia jelas kecewa, namun memilih untuk tetap profesional.

Perbandingan dengan Henderson dan Risiko Tuchel

Keputusan Tuchel membawa Henderson terasa janggal. Gelandang dengan 88 caps itu bahkan tidak tampil di Euro 2024. Dalam pandangan banyak pengamat, Wharton adalah opsi yang lebih segar dan lebih berdampak untuk skuad muda Inggris saat ini.

Seperti ditulis FourFourTwo, Henderson bisa saja dibawa sebagai "pelatih" atau mentor di ruang ganti, mirip peran kiper ketiga Jason Steele. Dengan begitu, Tuchel bisa mendapatkan yang terbaik dari dua dunia. Namun, jika Henderson tidak dimainkan atau tampil buruk di Piala Dunia, Tuchel harus siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit.

Untuk saat ini, Wharton memilih fokus pada klubnya. Dengan usia yang masih 22 tahun, peluang untuk tampil di turnamen besar berikutnya masih terbuka lebar. Pertanyaannya, apakah Tuchel berani mengakui kesalahan jika skema lini tengahnya gagal di Jerman nanti?

Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks