Pencarian

Karhutla Mulai Meluas di Sumsel: 316 Hotspot Terdeteksi, Helikopter Water Bombing Dikerahkan di Tiga Daerah

Kamis, 28 Mei 2026 • 21:39:01 WIB
Karhutla Mulai Meluas di Sumsel: 316 Hotspot Terdeteksi, Helikopter Water Bombing Dikerahkan di Tiga Daerah
Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan karhutla di tiga daerah di Sumsel.

PALEMBANG — Data terbaru dari BPBD Sumsel menunjukkan jumlah titik panas di provinsi ini mencapai 316 hotspot hingga 27 Mei 2026. Angka itu melonjak drastis dibandingkan April yang hanya 150 titik dan Maret sebanyak 107 titik. Kondisi ini menjadi latar belakang dikerahkannya armada udara untuk memadamkan api yang mulai meluas di tiga wilayah.

Mengapa Dua Daerah Jadi Prioritas Pemadaman?

Dari tiga lokasi kebakaran, BPBD Sumsel memprioritaskan pemadaman di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas Utara (Muratara). Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut potensi api membesar di dua daerah itu lebih tinggi dibandingkan Banyuasin yang lahannya merupakan area persawahan.

“Hasil patroli udara menemukan adanya titik kebakaran di tiga wilayah Sumsel. Untuk Muratara dan Muba menjadi prioritas pemadaman karena api berpotensi membesar,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Operasi Water Bombing: 60 Kali Penyiraman dari Udara

Di Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran terjadi di wilayah Sungai Keruh dengan lahan terbakar seluas dua hektare. Tim udara mengerahkan helikopter water bombing yang melakukan 36 kali penyiraman dari udara. Meski demikian, hingga proses pemadaman selesai, sebagian titik api di lokasi tersebut masih belum sepenuhnya padam. Tim satgas darat terus melakukan pendinginan dan pemantauan di area kebakaran.

Sementara itu, karhutla di wilayah Karang Dapo, Muratara, juga menghanguskan lahan seluas dua hektare. Proses pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing dengan total 24 kali penyiraman udara. “Untuk karhutla di Muratara saat ini sudah berhasil dipadamkan, sedangkan kondisi di Muba masih terus dipantau,” kata Sudirman.

Dukungan Armada Udara dan Ancaman El Niño 2026

BPBD Sumsel menyebut patroli udara terus dilakukan setiap hari guna memantau perkembangan titik api. Saat ini Sumsel mendapat dukungan dua unit helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla. Peningkatan kewaspadaan menjadi kata kunci, mengingat pola peningkatan hotspot yang konsisten sejak Maret 2026.

Kebakaran lahan di Banyuasin, meski skalanya berbeda karena berada di area persawahan, tetap menjadi perhatian. Penanganan dilakukan dengan skala berbeda namun tetap melibatkan tim darat untuk mencegah api merambat ke permukiman atau kawasan hutan lindung di sekitarnya.

Berapa Luas Lahan yang Terbakar di Sumsel?

Total lahan yang terbakar di tiga daerah tersebut mencapai lima hektare. Rinciannya, dua hektare di Musi Banyuasin, dua hektare di Musi Rawas Utara, dan satu hektare di Banyuasin. Meski angka ini masih tergolong kecil dibandingkan karhutla besar tahun-tahun sebelumnya, tren kenaikan hotspot dalam tiga bulan terakhir menjadi sinyal bahaya menjelang puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus 2026.

Apa Langkah Pencegahan Selanjutnya?

BPBD Sumsel mengandalkan patroli udara harian sebagai sistem deteksi dini. Setiap titik api yang terpantau langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi antara tim darat dan udara. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah rawan seperti lahan gambut dan semak belukar kering. Langkah ini menjadi krusial mengingat Sumsel termasuk salah satu provinsi dengan riwayat karhutla parah di Indonesia.

Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks