PALEMBANG — Kepengurusan baru Squash Indonesia Provinsi Sumatera Selatan periode terbaru resmi dilantik di Venue Squash Jakabaring Sport City (JSC), Jumat (22/5/2026). Tak berselang lama setelah seremoni, pengurus yang berjumlah sekitar 35 orang itu langsung menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala Gubernur Sumatera Selatan sebagai langkah awal pembinaan.
Kejurprov Jadi Pintu Masuk ke Kejurnas
Ajang yang digelar di venue yang sama dengan lokasi pelantikan itu diikuti oleh puluhan atlet dari berbagai daerah di Sumsel. Ketua Umum Squash Indonesia Sumatera Selatan, Geri Raditya Suparudin, menegaskan bahwa hasil dari Kejurprov ini akan menjadi bahan evaluasi utama untuk menentukan atlet yang akan dikirim ke Kejurnas mendatang.
“Hasil dari kejurprov ini nanti akan menjadi bahan seleksi menuju Kejurnas bulan Juli,” ujar Geri dalam pernyataannya usai pelantikan.
Mengapa Pembinaan Lewat Sekolah Olahraga Jadi Prioritas?
Selain agenda kompetisi jangka pendek, pengurus baru juga menyiapkan program pembinaan jangka panjang. Salah satu target utama yang dikejar adalah mendorong atlet squash Sumsel untuk masuk ke Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS).
Menurut Geri, lingkungan sekolah olahraga memberikan keuntungan tersendiri bagi pembinaan atlet. Di SONS, para atlet tidak hanya mendapatkan program latihan rutin, tetapi juga fasilitas penginapan dan pendampingan yang berkelanjutan. “Kami ingin atlet squash bisa masuk ke SONS agar pembinaannya lebih maksimal dan mereka punya peluang bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Harapan Baru di Tengah Regenerasi Atlet Squash Sumsel
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi cabang olahraga squash di Sumatera Selatan yang tengah berupaya membangun kembali prestasi. Dengan kepengurusan yang baru, Geri menyatakan optimisme bahwa olahraga ini bisa kembali melahirkan atlet-atlet potensial. “Ini pengurus baru, tentu harapan baru juga. Kami ingin cabang olahraga squash ke depan bisa memberikan prestasi untuk Sumatera Selatan,” ucapnya.
Kejurprov Piala Gubernur yang digelar serentak dengan pelantikan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus rantai stagnasi pembinaan. Dengan menggabungkan momen seremonial dan kompetisi, pengurus baru berharap proses regenerasi atlet bisa berjalan lebih cepat dan terukur, baik untuk level provinsi maupun nasional.