PALEMBANG — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel memastikan seluruh hewan kurban bantuan presiden telah lolos seleksi ketat. Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Effendi menyebut sapi-sapi tersebut memiliki bobot di atas 950 kilogram, bahkan beberapa mencapai lebih dari 1,1 ton.
Ada Perubahan Mekanisme Penyaluran Tahun Ini
Ruzuan menjelaskan, sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik, skema distribusi sapi kurban presiden mengalami perubahan. Jika sebelumnya hanya untuk kabupaten/kota tertentu, tahun ini seluruh daerah di Indonesia mendapat jatah ditambah satu untuk provinsi.
"Sumsel menerima 18 ekor sapi kurban karena memiliki 17 kabupaten/kota," ujarnya di Palembang, Senin.
Sapi Arjuna Jadi Primadona, Bobot Capai 1,1 Ton
Satu ekor sapi untuk tingkat provinsi diberi nama Arjuna. Bobotnya mencapai 1.179 kilogram saat penimbangan terakhir dan diperkirakan masih bertambah. Hewan ini dipilih dengan mengutamakan bobot badan sebagai indikator kesehatan sebelum pemeriksaan fisik menyeluruh.
Seluruh sapi bantuan terus dipantau kesehatannya dan diberikan vitamin agar tetap prima hingga waktu penyerahan.
Penyerahan Virtual, Daging Kurban untuk Kawasan Padat Penduduk
Saat ini DKPP Sumsel masih menyelesaikan administrasi penyaluran sambil menunggu arahan Sekretariat Presiden terkait jadwal. Penyerahan bantuan kemungkinan dilakukan secara virtual.
Untuk penyaluran, sapi tingkat provinsi rencananya diserahkan ke Masjid Taqwa, sedangkan bantuan untuk Kota Palembang akan disalurkan ke Mushalla Nurul Huda. Ruzuan mengatakan pemilihan lokasi berdasarkan arahan presiden agar distribusi daging kurban menyasar kawasan padat penduduk.