SUMATERA SELATAN — Dari tiga produsen emas yang dijual di Pegadaian, emas UBS mencatat koreksi paling dalam. Harganya ambles Rp 78 ribu menjadi Rp 2.807.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.885.000. Sementara itu, emas Antam yang biasanya menjadi acuan harga, turun Rp 21 ribu menjadi Rp 2.918.000 per gram. Emas Galeri24 juga ikut lesu, turun Rp 34 ribu ke level Rp 2.794.000 per gram.
Penurunan ini terjadi di semua ukuran. Untuk Antam, harga pecahan 0,5 gram dibanderol Rp 1.512.000, sementara untuk ukuran 100 gram mencapai Rp 285.776.000. Di sisi lain, emas UBS ukuran 500 gram dijual seharga Rp 1,36 miliar. Galeri24 bahkan menyediakan ukuran hingga 1 kilogram dengan harga Rp 2,7 miliar.
Dolar AS dan Obligasi Jadi Biang Kerok
Analis Marex, Edward Meir, menjelaskan bahwa aksi jual besar-besaran di pasar logam mulia dipicu oleh dua faktor utama. "Dolar AS cukup kuat hari ini. Kita juga melihat peningkatan global dalam tingkat imbal hasil obligasi," ujarnya. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun bahkan naik ke level tertinggi hampir satu tahun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang kompetitif.
Penguatan dolar AS juga membuat harga emas dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri. Sepanjang pekan ini, harga emas dunia tercatat turun lebih dari 3%, dengan harga spot berada di USD 4.556,46 per ounce pada Jumat (15/5).
Konflik Timur Tengah Memperkeruh Suasana
Tekanan terhadap emas semakin berat akibat konflik yang memanas di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesabarannya terhadap Iran telah habis, sementara Tiongkok dinilai tidak memberikan bantuan berarti untuk meredakan ketegangan. Hal ini mendorong harga minyak mentah naik lebih dari 40% sejak perang AS-Israel di Iran dimulai.
Kenaikan harga minyak memperkuat narasi inflasi global. Dalam kondisi seperti ini, bank sentral cenderung menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya makin mengurangi daya tarik emas batangan. Para pedagang di pasar berjangka AS bahkan mulai meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga, alih-alih penurunan seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas di Pegadaian, penurunan hari ini bisa menjadi momentum. Namun, dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, pergerakan harga ke depan tetap perlu dicermati.