PALEMBANG — Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Selatan tahun ini mengusung tema “Peran ASN Kemenag Sumsel dalam Akselerasi Capaian Program Strategis Nasional.” Acara yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Palembang itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi ribuan pegawai, termasuk para penghulu dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa ASN Kemenag tidak hanya bertugas sebagai birokrat, tetapi juga garda depan dalam menjaga kerukunan umat beragama. “Integritas dan profesionalisme adalah harga mati. Pelayanan keagamaan harus berjalan seiring dengan program prioritas pemerintah,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi ruang utama hotel.
Apa yang Dibahas dalam Pembinaan ASN Kemenag Sumsel?
Kegiatan ini menyoroti tiga sektor utama: pelayanan keagamaan, pendidikan, dan penguatan moderasi beragama. Menag juga mengingatkan agar setiap ASN mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat yang semakin kritis terhadap kualitas layanan publik.
Para penghulu yang tergabung dalam APRI Sumsel mendapat perhatian khusus. Mereka diminta untuk menjadi motor penggerak di tingkat kecamatan, terutama dalam pelayanan nikah dan penguatan keluarga. Ketua PW APRI Sumsel, H. Anwar, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting. “Kami berharap seluruh ASN Kemenag Sumsel bisa semakin solid, profesional, dan adaptif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Penghulu Ikut Serta, Bukan Sekadar Peserta
Pengurus Wilayah APRI Sumsel tidak hanya hadir sebagai peserta. Mereka juga memanfaatkan forum ini untuk memperkuat koordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Sumsel. Menurut H. Anwar, pembinaan semacam ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara penghulu di lapangan dengan kebijakan pusat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, para Kepala Bidang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil, Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Kepala Madrasah, serta Kepala KUA dan penghulu se-Sumatera Selatan. Mereka duduk bersama mendengarkan arahan langsung dari menteri, sebuah momen yang jarang terjadi di luar agenda seremonial tahunan.
Mengapa Pembinaan Ini Penting bagi Sumsel?
Sumatera Selatan memiliki tantangan geografis dan demografis yang tidak sederhana. Dengan jumlah KUA yang tersebar di daerah terpencil, pembinaan langsung dari Menteri Agama diharapkan mampu memotong rantai birokrasi yang kerap menghambat pelayanan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan sampai ke tangan penghulu di ujung tombak,” ujar salah satu pejabat Kanwil yang enggan disebut namanya.
Kegiatan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat serius mengawal program strategis nasional di daerah. Dengan adanya pembinaan rutin seperti ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan pemahaman antara kebijakan Jakarta dan implementasi di Palembang, Muara Enim, atau OKU.