PALEMBANG — Buku berjudul “Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan: Sejarah Penyebaran di 17 Kabupaten/Kota” resmi diluncurkan di tengah forum yang dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sumsel. Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho hadir bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, termasuk Dirkrimsus dan Dirbinmas.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa kolaborasi antara ulama dan umara merupakan fondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. “Sinergi ini adalah bagian dari implementasi Polri Presisi,” ujarnya di hadapan para tokoh agama dan akademisi yang memadati aula.
Moderasi Beragama Jadi Pondasi Stabilitas Daerah
Peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni. Polda Sumsel melihatnya sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Irjen Sandi Nugroho menilai dokumentasi sejarah penyebaran NU di 17 kabupaten/kota Sumsel bisa menjadi referensi penting bagi generasi muda.
“Sejarah perjuangan ulama adalah modal sosial yang luar biasa. Kami di kepolisian butuh pemahaman itu untuk menjalankan tugas menjaga keamanan,” kata Kapolda dalam kesempatan terpisah.
Bendahara Umum PBNU dan PWNU Hadir Langsung
Acara tersebut juga dihadiri Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif Ghofur dan Ketua PWNU Sumatera Selatan KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri. Kehadiran tokoh sentral PBNU menandakan bahwa kegiatan ini memiliki bobot nasional, bukan sekadar agenda lokal.
Kapolda didampingi langsung oleh Direktur Intelijen Keamanan Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo dan Direktur Pembinaan Masyarakat Kombes Pol Hari Purnomo. Keduanya duduk di barisan terdepan selama acara berlangsung.
Buku Sejarah NU: Dokumentasi Dakwah di 17 Kabupaten/Kota
Buku yang diluncurkan merupakan hasil riset panjang tentang perjalanan dakwah dan pengabdian para ulama NU di Sumatera Selatan. Mulai dari masa kolonial hingga era reformasi, semua tercatat dalam 300 halaman lebih.
Polda Sumsel berharap dokumentasi ini bisa menjadi alat pemersatu di tengah masyarakat yang majemuk. “Dengan memahami sejarah, semangat persatuan dan toleransi akan semakin kokoh,” ujar Kombes Pol Hari Purnomo saat ditemui usai acara.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari upaya Polda Sumsel membangun komunikasi harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara institusi kepolisian dan ormas keagamaan dinilai krusial, terutama dalam menghadapi tahun politik ke depan.