Pencarian

Gajah Sumatra Lisa Melahirkan di Tesso Nilo, Tambah Populasi Konservasi

Selasa, 29 September 2026 • 14:37:31 WIB
Gajah Sumatra Lisa Melahirkan di Tesso Nilo, Tambah Populasi Konservasi
Gajah sumatra bernama Lisa melahirkan anak jantan di Camp Elephant Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

SUMATERA SELATAN — Gajah sumatra bernama Lisa melahirkan seekor anak jantan di Camp Elephant Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin (28/9). Kelahiran keenam bagi Lisa berusia 45 tahun ini menjadi bagian dari upaya memperkuat populasi gajah sumatra yang terus terancam. Bayi gajah lahir dengan kondisi sehat, berbobot 129 kilogram.

Induk gajah Lisa melahirkan secara mandiri sekitar pukul 19.00 WIB di area Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui. Proses persalinan berjalan tanpa intervensi dan induk maupun anak dinyatakan selamat.

Anak gajah itu lahir dari hasil perkawinan Lisa dengan gajah liar. Interaksi reproduktif antara gajah binaan dan populasi liar di kawasan Tesso Nilo menjadi indikator bahwa habitat di sekitarnya masih mendukung proses alami perkembangbiakan gajah sumatra.

Pemantauan Intensif Sejak Sehari Sebelum Kelahiran

Tim gabungan yang terdiri dari mahout atau pawang gajah, dokter hewan, dan perawat satwa telah memantau kondisi Lisa sejak Minggu (27/9). Pemantauan dimulai setelah tim menemukan sejumlah tanda klinis menjelang persalinan, mulai dari pengerasan pada bagian mammae atau kelenjar susu hingga peningkatan kegelisahan dibandingkan kondisi hariannya.

Pada Senin (28/9) pagi, pergerakan Lisa mulai melambat. Pengawasan ketat berlanjut hingga sore hari ketika indikasi persalinan semakin mendekati fase akhir.

Bayi Gajah Mampu Berdiri 20 Menit Setelah Lahir

Sekitar 20 menit pasca-kelahiran, tepatnya pukul 19.20 WIB, bayi gajah sudah menunjukkan refleks serta kekuatan fisik yang baik. Anak gajah itu mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri.

Hasil pemeriksaan awal dan pengukuran morfometri oleh tim medis menyatakan bayi gajah jantan ini dalam kondisi sehat. Tingginya 96 sentimeter, panjang 101 sentimeter, dan berat 129 kilogram.

Tim medis satwa dan para mahout kini melakukan pengawasan melekat 24 jam. Fokusnya memantau asupan nutrisi awal serta memastikan kondisi fisik induk dan bayi tetap stabil dan aman.

Kelahiran Keenam Lisa dan Artinya bagi Konservasi

Kelahiran ini merupakan yang keenam bagi Lisa. Gajah berusia 45 tahun tersebut menjadi salah satu induk produktif di program konservasi Tesso Nilo.

Balai Taman Nasional Tesso Nilo berharap kelahiran ini menjadi momentum positif dalam memperkuat upaya konservasi gajah sumatra. Pihak pengelola juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat dan keberlangsungan populasi gajah sumatra di alam.

Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) berstatus kritis dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasinya terus menyusut akibat perusakan habitat, konflik dengan manusia, dan perburuan. Setiap kelahiran di kawasan konservasi seperti Tesso Nilo menjadi tambahan penting bagi upaya penyelamatan spesies endemik Sumatra tersebut.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks