Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan mendirikan posko layanan kesehatan 24 jam di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, yang berjarak dekat dari lokasi kebakaran hutan dan lahan. Posko itu ditopang tenaga medis dari empat puskesmas dengan sistem tiga shift agar pelayanan berjalan siang dan malam. Selain posko situasional, Dinkes Palembang mengaktifkan posko kesehatan di 18 kecamatan serta menyiagakan enam puskesmas untuk pelayanan ISPA selama 24 jam.
PALEMBANG — Kepala Dinas Kesehatan Palembang Fenty Aprina menyatakan posko di Talang Jambe dipilih karena posisinya tak jauh dari titik karhutla. Tenaga medis yang bertugas berasal dari Puskesmas Talang Betutu, Talang Jambe, Sukarami, dan Sosial.
Pola tiga shift diterapkan agar warga bisa mengakses layanan kesehatan kapan saja, termasuk pada malam hari. Menurut Fenty, pendirian posko di dekat lokasi karhutla bersifat situasional dan akan diulang bila muncul titik api baru yang berpotensi berdampak ke permukiman.
"Rencananya tenda posko akan didirikan lagi di spot yang dekat dengan karhutla," ujarnya.
18 Kecamatan Punya Posko Siaga 24 Jam
Di luar posko situasional, Dinkes Palembang mengaktifkan posko kesehatan di 18 kecamatan. Posko tersebut disiagakan penuh selama 24 jam sebagai bagian dari antisipasi dampak kabut asap.
Puskesmas di seluruh wilayah Palembang tetap membuka pelayanan dengan sistem piket. Langkah itu diambil untuk memastikan warga masih bisa mendapat layanan medis saat kualitas udara memburuk.
Enam Puskesmas Khusus Layani Gejala ISPA
Enam puskesmas disiagakan khusus memberi pelayanan 24 jam bagi warga yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Keenamnya adalah Puskesmas Pembina, Alang-Alang Lebar, Sukarame, Sei Selincah, Basuki Rahmat, dan Sematang Borang.
Kesiapsiagaan ini menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan warga yang sudah punya riwayat gangguan pernapasan. Paparan asap dinilai berpotensi memperburuk kondisi mereka.
Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruang
Pemkot Palembang meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Bagi yang tetap harus beraktivitas di luar, masker wajib dipakai.
Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami batuk, sesak napas, mata perih atau iritasi, maupun gejala ISPA lain. Langkah ini untuk mencegah keluhan ringan berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Pemkot memastikan penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak asap disebut sebagai bagian tak terpisah dari keseluruhan langkah penanganan.