Pencarian

77 Persen Warga Dunia Konsumsi Berita Lewat Video, Indonesia Tembus 80 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 • 09:32:01 WIB
77 Persen Warga Dunia Konsumsi Berita Lewat Video, Indonesia Tembus 80 Persen
Konsumsi berita video daring di Indonesia melampaui rata-rata global menurut Reuters Institute.

PALEMBANG — Konsumsi berita lewat video online di Indonesia melampaui rata-rata global. Reuters Institute menempatkan Indonesia di atas 80 persen, lebih tinggi dari capaian dunia yang berada di angka 77 persen. Temuan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa platform seperti TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, hingga Facebook kini jadi jalur pertama banyak orang bersentuhan dengan kabar terbaru.

Perubahan ini tidak sekadar soal format. Cara bercerita media ikut bergeser mengikuti kebiasaan khalayak yang menonton, bukan membaca.

Mengapa Video Pendek Lebih Mudah Menarik Perhatian

Video menggabungkan gambar, subtitle, suara, musik, voice over, dan efek visual dalam satu pengalaman. Penonton tidak hanya membaca informasi, tetapi sekaligus melihat dan mendengarnya. Bagi pengguna yang sedang membuka media sosial, sajian seperti ini jauh lebih mudah menahan jempol dibanding membuka artikel panjang.

Namun menarik perhatian tidak sama dengan memberi pemahaman utuh. Video 30 detik bisa menjelaskan apa yang terjadi, tetapi belum tentu mampu mengurai mengapa hal itu terjadi, bagaimana prosesnya, siapa yang terlibat, dan apa dampaknya.

Penelitian Powell dan kolega yang membandingkan penyajian berita dalam format video dan artikel menemukan bahwa artikel menghasilkan pemrosesan informasi yang lebih mendalam. Temuan itu membantah anggapan bahwa video selalu lebih efektif hanya karena lebih enak ditonton.

Mediamorfosis: Ketika Media Ikut Berubah Bentuk

Konsep mediamorfosis menjelaskan apa yang sedang terjadi. Ketika teknologi dan kebiasaan khalayak berubah, media ikut beradaptasi. Berita yang dulu identik dengan halaman surat kabar atau artikel di situs berita kini hadir dalam bentuk video vertikal berdurasi kurang dari satu menit.

Adaptasi itu tidak cukup dengan memindahkan artikel ke format video. Media harus memikirkan ulang cara mengemas informasi agar sesuai karakteristik tiap platform. Dalam konsep platform-native storytelling, konten disesuaikan dengan fitur dan cara kerja platform supaya pesan sampai lebih efektif ke audiens.

Istilah "hook" pun muncul sebagai penanda penting. Hook adalah kalimat pembuka yang bertujuan menarik perhatian pembaca atau audiens dalam beberapa detik pertama.

Video dan Teks Bukan Dua Kutub yang Saling Menggantikan

Pengalaman banyak pembaca menunjukkan keduanya justru saling melengkapi. Seseorang bisa pertama kali menemukan berita lewat TikTok atau Reels, lalu mencari artikel ketika informasinya terasa penting atau masih meragukan.

Pola itu menempatkan video sebagai pintu masuk informasi dan artikel sebagai ruang pendalaman. Jurnal atau laporan penelitian menjadi tempat ketika dibutuhkan data dan penjelasan yang lebih serius.

Kesimpulan bahwa anak muda kini malas membaca karena itu terlalu tergesa-gesa. Yang berubah adalah cara orang menemukan, menerima, dan menggunakan informasi, bukan semata-mata kemauan membaca.

Berita Kini Menemukan Kita, Bukan Kita Mencarinya

Reuters Institute mencatat masyarakat Indonesia mendapatkan berita melalui berbagai platform seperti WhatsApp, YouTube, Facebook, dan TikTok. Media sosial dan video menjadi sumber utama berita bagi proporsi besar warga.

Kondisi ini memperlihatkan bagaimana konvergensi media bekerja. Konvergensi tidak hanya berarti berbagai media ada di internet, tetapi juga mencakup integrasi teknologi, industri, dan kebiasaan khalayak dalam satu ekosistem informasi.

Bagi media daerah, implikasinya jelas. Artikel tetap perlu hadir sebagai ruang verifikasi dan pendalaman, sementara video pendek menjadi etalase yang mengantar pembaca ke sana. Keduanya bukan pilihan yang saling meniadakan.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: poskita.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks