LAHAT — Jajaran Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat mencoret-coret dinding kantor menggunakan kuas hingga tangan kosong. Mereka menggambar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tema kesehatan, disesuaikan dengan makna kesehatan setiap bidang di Dinkes.
Plt Kepala Dinkes Lahat, dr Desima Rony Asi Simanjuntak MKM, mengatakan lomba grafiti dibagi ke dalam lima bidang. "Betul, mereka menggambar grafiti disesuaikan makna Kesehatan setiap bidang yang ada di Dinkes. Mulai dari Sekretariat, P2P, Kesmas, SDK dan Yankes," ungkapnya didampingi Ketua Panitia Meri Yuli Astini SKM.
Tema Grafiti Tiap Bidang: dari Stunting hingga Penggunaan Obat Bijak
Bidang Kesmas mengangkat tema AKI, AKB, stunting, dan rumah sehat. Bidang P2P mengambil tema HIV, TB, serta PTM. Bidang Yankes meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan JKN.
Sekretariat membuat karya bertema disiplin pegawai dan budaya kerja atau malu. Bidang SDK mengusung tema kredensial dan penggunaan obat secara bijak.
Aspek penilaian dilihat dari kerapian, keindahan, gradasi warna, serta pesan yang disampaikan. Kejelasan, kesesuaian, dan makna pesan edukasi kesehatan melalui karya menjadi bobot utama.
Aturan Media: Tembok Wajib Berbahan Dasar Cat Base
Permukaan tembok yang digunakan harus memiliki bahan dasar cat base. Setiap bidang bertanggung jawab mempersiapkan konsep gambar atau tulisan sesuai tema yang telah ditentukan.
Kelengkapan alat dan bahan lomba dipersiapkan masing-masing bidang. Alat pelindung diri menjadi tanggung jawab setiap peserta, begitu pula menjaga kebersihan, kerapian, dan keamanan selama kegiatan.
"Selanjutnya, kelengkapan alat dan bahan lomba dipersiapkan masing-masing bidang, alat pelindung diri (APD) menjadi tanggung jawab masing-masing peserta, serta menjaga kebersihan, kerapian dan keamanan selama pelaksanaan kegiatan," jelas dr Desima.
Bukan Sekadar Juara, tapi Mempererat Silaturahmi Antar ASN
Menurut dr Desima, berbagai perlombaan ini bertujuan menjaga sekaligus mempererat tali silaturahmi antar ASN. Hasil karya diharapkan menjadi pionir bagi lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.
"Sehingga apa yang kita kerjakan memang dapat menjadi pionner bagi kita, bahkan masyarakat sekitar ruang lingkup tempat bekerja," tutupnya.
Ketua Panitia Meri Yuli Astini menambahkan, selain grafiti ada sejumlah perlombaan lain. Yakni pengucapan Panca Prasetya Korpri, senam kreasi, kebersihan tingkat Dinkes dan Puskesmas, lomba promosi kesehatan, serta penyebaran informasi edukasi melalui media sosial teraktif.
"Ini tiada lain agar ASN di lingkungan Dinkes Lahat termotivasi memompa semangat untuk memberikan apresiasi, sehingga informasi kesehatan yang disampaikan ke masyarakat benar-benar bersinergi," paparnya.
Juri Panca Prasetya Korpri: Bukan Cuma Hafal, tapi Penghayatan
Perwakilan Juri Pengucapan Panca Prasetya Korpri, Gaya Susilawati SE MM, menekankan aspek penghayatan dan pemahaman arti setiap butir. Peserta tidak cukup hanya menghafal teks.
Penilaian terdiri dari kebenaran dan ketepatan teks dengan bobot 35 persen, vokal dan teknik pengucapan 30 persen, penghayatan serta sikap 20 persen, dan kerapian maupun penampilan 15 persen.