Pencarian

Gubernur Sumsel Minta Satgas Karhutla Siaga 24 Jam, BMKG Prakirakan 45 Hari Tanpa Hujan

Senin, 21 September 2026 • 09:33:32 WIB
Gubernur Sumsel Minta Satgas Karhutla Siaga 24 Jam, BMKG Prakirakan 45 Hari Tanpa Hujan
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau Posko Satgas Karhutla di Kantor BPBD Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (19/9/2026).

OKU SELATAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Sumatera Selatan masih menghadapi sekitar 45 hari periode kering tanpa hujan. Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan, berdasarkan prakiraan tersebut, hujan alami baru akan turun pada awal November mendatang.

"Menurut BMKG diperkirakan baru bisa mendapatkan hujan alami itu awal November," kata Herman Deru saat meninjau Posko Satgas Karhutla di Kantor BPBD Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Herman berharap prakiraan itu tidak sepenuhnya terjadi. Ia ingin hujan turun lebih cepat agar kondisi lahan tidak semakin kering dan risiko karhutla bisa ditekan.

"Namun mudah-mudahan itu tidak benar, semoga lebih cepat datang hujannya," ujarnya.

Operasi Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan 58 Kali

Pemprov Sumsel bersama Satgas Karhutla menjalankan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Herman menyebut OMC telah dilakukan sebanyak 58 kali untuk memanfaatkan bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Pelaksanaan OMC tidak terpaku pada waktu siang. Jika ada informasi bibit awan pada malam hari, operasi langsung dilakukan.

"OMC sudah 58 kali kita lakukan. BNPB, saya sebagai gubernur menginstruksikan Satgas untuk melakukan OMC. Begitu ada informasi bibit hujan, tengah malam pun kita lakukan," katanya.

Herman mengakui operasi tersebut memiliki risiko bagi pilot dan kru yang menjalankan misi. Menurutnya, OMC menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah mengurangi dampak kekeringan dan ancaman karhutla.

"Ini mempertaruhkan nyawa pilot dan kru untuk menebar garam sebagai pemancing awan berbibit hujan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita," ungkapnya.

Debit Sungai Turun, PDAM Diminta Antisipasi

Dampak musim kering tidak hanya berkaitan dengan ancaman karhutla. Sejumlah sungai di Sumsel mengalami penurunan debit air akibat cuaca yang semakin kering.

Herman meminta pemerintah daerah bersama pengelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menyiapkan langkah antisipasi, khususnya bagi masyarakat yang bergantung pada air sungai.

"Saya lihat sungai-sungai kita banyak sekali debitnya turun. Kalau PDAM, itu harus kita carikan solusi bagaimana intake-nya agar tetap produktif. Masyarakat yang hidupnya menggantungkan pada air sungai harus kita perhatikan," tegasnya.

Helikopter Disiagakan untuk Titik Api di Wilayah Sulit Dijangkau

Herman juga mengapresiasi Pemkab OKU Selatan dan jajaran Satgas Karhutla setempat. Menurutnya, OKU Selatan sejauh ini tidak termasuk daerah yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kabut asap akibat karhutla.

Meski begitu, kewaspadaan tetap diminta dipertahankan. Kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko munculnya hotspot maupun fire spot.

Ia menekankan pentingnya respons cepat terhadap kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau jalur darat. Jika titik api ditemukan di kawasan pegunungan atau wilayah yang tidak dapat dijangkau personel, bantuan udara harus segera dikerahkan.

"Kalau ada yang tidak terjangkau manusia, misalnya di atas gunung tiba-tiba ada kejadian, helikopter bisa dikerahkan. Bapak bisa telepon, kasih titik koordinat," katanya.

Dansatgas Udara telah diperintahkan menjaga kesiapsiagaan selama 24 jam. Langkah itu diperlukan agar setiap laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

"Kita tidak main-main. Tetapi ingat juga ada peran manusia, namun faktor alam sangat tinggi memengaruhi terkait hotspot dan fire spot," pungkasnya.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relung.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks