PALEMBANG — Sebanyak 279 titik api tercatat di wilayah Kota Palembang sejak Januari hingga September 2026. Angka itu diungkapkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa di tengah kunjungan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru ke Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Senin (7/9/2026).
Kunjungan itu menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah menghadapi puncak kemarau yang dipicu fenomena El Nino. Herman Deru menegaskan, Sumsel tidak akan tinggal diam meski status Palembang bukan daerah target utama pencegahan karhutla karena merupakan wilayah perkotaan.
Palembang Wajah Sumsel, Kondisinya Jadi Cerminan Daerah Lain
Gubernur menekankan posisi strategis Palembang sebagai barometer provinsi. Menurutnya, kondisi ibu kota mencerminkan penanganan karhutla di kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.
"Sampai titik ini kita sudah berupaya semaksimal mungkin. Bahwa Palembang adalah wajah Sumsel. Kita punya cara sendiri dalam merawatnya. Baik buruknya Palembang, mencerminkan Sumsel," ujar Herman Deru dalam keterangannya.
Dia mengapresiasi kesigapan Wali Kota Palembang dalam pencegahan kebakaran. "Kalau terkait kebakaran, yakni mencegahnya. Saya apresiasi kesigapan Wali Kota Palembang," katanya.
60 Hari Tanpa Hujan, Lahan Berubah Menjadi Fuso
Tahun ini Sumatera Selatan menghadapi kemarau kering akibat El Nino. Herman Deru menyebut satu wilayah di provinsinya telah mencapai 60 hari tanpa hujan, menyebabkan banyak lahan berubah menjadi lahan fuso atau gersang akibat kekeringan ekstrem.
Kondisi itu memperbesar risiko kebakaran lahan yang sulit dipadamkan. Karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah api menyala.
Teguran untuk Pemilik Lahan HGU yang Tak Dimanfaatkan
Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru turut menyoroti keberadaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak dimanfaatkan pemiliknya. Dia menilai lahan terlantar berpotensi menjadi sumber api atau menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.
"Kepada pemilik lahan HGU jika tidak dimanfaatkan, ini mungkin bisa kita tegur jika meresahkan dan mengganggu masyarakat," tegasnya.
Honorarium Linmas dan Pelayanan Kesehatan Warga
Meski Palembang bukan target utama pencegahan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap memberikan dukungan penanggulangan kebakaran. Salah satunya melalui pemberian honorarium bagi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang membantu proses pemadaman.
Soal dampak karhutla terhadap kesehatan, Herman Deru meminta pelayanan medis segera diberikan tanpa menunggu masyarakat menjelaskan penyebab penyakitnya. "Sebaiknya segera diambil tindakan pelayanan tanpa perlu ditanya apa penyebab penyakitnya. Mudah-mudahan hal ini bisa kita lalui," harapnya.
Ratu Dewa menyambut baik kunjungan gubernur ke posko di wilayahnya. Data 279 titik api yang disampaikannya menjadi dasar penguatan koordinasi antara pemkot dan pemprov dalam menekan risiko karhutla hingga akhir musim kemarau.