Pencarian

TNI AU Sebar 42 Ton Garam di Langit Sumsel, Hujan Buatan Percepat Padamkan Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 • 07:02:01 WIB
TNI AU Sebar 42 Ton Garam di Langit Sumsel, Hujan Buatan Percepat Padamkan Karhutla
Pesawat C-130 Hercules TNI AU bersiap menjalankan operasi modifikasi cuaca di langit Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Operasi modifikasi cuaca (OMC) dikerahkan TNI AU di langit Sumatera Selatan untuk menekan titik api karhutla yang masih muncul. Kadispenau Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menyebut penyemaian garam dilakukan dari udara menggunakan pesawat angkut militer dan armada BNPB.

Pesawat C-130 Hercules yang dipakai berasal dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Dua pesawat BNPB melengkapi armada, dengan titik lepas landas dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Bagaimana Garam Disebar hingga Jadi Hujan

Pesawat terbang menuju wilayah yang mengalami karhutla. Setelah mencapai posisi yang ditentukan, alat khusus di dalam pesawat diaktifkan untuk menyebarkan garam ke atmosfer.

Kandungan garam bereaksi saat menyentuh awan dan memicu hujan buatan. Mekanisme ini yang dipakai untuk membasahi lahan gambut dan hutan yang terbakar.

Hujan Sudah Turun di Palembang dan Sejumlah Daerah

Feri menyatakan upaya penyemaian sudah berjalan sejak beberapa hari lalu. Hasilnya, hujan turun di Kota Palembang dan sejumlah daerah lain di Sumsel.

"Dalam beberapa hari terakhir, hujan telah turun di Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya di Sumsel," kata Feri.

Hujan buatan disebut menjadi salah satu cara mempercepat pemadaman karena menjangkau area yang sulit dijangkau tim darat. Titik api di lahan gambut kerap bertahan di bawah permukaan dan sulit dipadamkan dengan penyemprotan biasa.

Operasi Dilanjutkan hingga Seluruh Titik Api Padam

TNI AU memastikan OMC tidak berhenti di satu kali penyemaian. Operasi akan terus dilakukan sampai seluruh titik api yang membakar hutan di Sumatera Selatan padam.

Sebanyak 42 ton garam disiapkan untuk kebutuhan penyemaian pada tahap ini. Jumlah itu bisa bertambah bergantung kondisi awan dan perkembangan titik api di lapangan.

Karhutla di Sumsel menjadi persoalan tahunan yang berdampak pada kualitas udara dan aktivitas warga. Asap dari lahan terbakar kerap menutup jarak pandang dan memicu gangguan pernapasan di permukiman sekitar.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks