Pencarian

Negosiasi Alen Halilovic dan Tin Jedvaj ke Tottenham: Mamic Kenang Adu Mulut dengan Daniel Levy

Jumat, 11 September 2026 • 17:06:01 WIB
Negosiasi Alen Halilovic dan Tin Jedvaj ke Tottenham: Mamic Kenang Adu Mulut dengan Daniel Levy
Zdravko Mamic menceritakan negosiasi Alen Halilovic dan Tin Jedvaj dengan Tottenham Hotspur.

SUMATERA SELATAN — Rapat di kantor Daniel Levy itu nyaris bubar sebelum mencapai kesepakatan. Zdravko Mamic, yang saat itu mewakili kepentingan Dinamo Zagreb, merasa tawaran awal Tottenham Hotspur untuk Alen Halilovic dan Tin Jedvaj tidak masuk akal. Nilai yang diajukan hanya sekitar €10 juta.

Tawaran Pertama Rp10 Juta Euro dan Teh yang Tersaji

Mamic datang ke London bersama putranya yang berperan sebagai agen sekaligus penerjemah. Di ruangan itu hadir pula direktur olahraga Spurs, Franco Baldini. Levy menawarkan angka pembuka yang jauh di bawah ekspektasi pihak Zagreb.

Reaksi Mamic langsung. Ia meminta putranya menyampaikan pesan sindiran kepada Levy soal teh yang tersaji di meja rapat.

"Saya bernegosiasi dengan [Levy] soal transfer Alen Halilovic dan Tin Jedvaj ke Tottenham. Anak saya adalah agen dan penerjemah mereka, dan saya mewakili kepentingan Dinamo," kata Mamic dalam wawancara eksklusif dengan FourFourTwo pada 2019.

"Kami duduk di kantor Levy bersama direktur olahraga, Franco Baldini, dan Levy menawarkan sekitar €10 juta sementara sekretarisnya menyajikan teh. Setelah mendengar tawaran mereka, saya bilang ke anak saya untuk berterima kasih kepada Levy," lanjutnya.

"[Saya juga bilang] tanyakan apakah 'saya harus minum teh ini, atau langsung pulang saja?' Anak saya tidak mau menerjemahkan itu!"

Bahasa Kroasia yang Mengubah Arah Negosiasi

Ketegangan memuncak. Mamic melontarkan kalimat dalam bahasa Kroasia yang tidak diterjemahkan putranya, namun cukup membuat Levy dan Baldini paham situasinya memanas.

"Levy dan Baldini sadar saya sudah sedikit lebih agresif, lalu saya bilang ke mereka 'Idite vi svi u picku materinu' [padanan Kroasia dari 'go f*** yourself']," ujar Mamic.

"Mereka berdiri dan meminta saya bertahan, karena €10 juta bukan tawaran final untuk para pemain itu. Setelah itu kami melanjutkan negosiasi dan menyepakati fee €25 juta."

Mengapa Kesepakatan Akhirnya Batal

Kesepakatan €25 juta tercapai, tetapi transfer tidak pernah terealisasi. Mamic menyebut tuntutan baru dari kubu Halilovic sebagai penyebab utama kolapsnya kesepakatan.

"Sayangnya, kesepakatan itu akhirnya gagal, sebagian karena tuntutan baru yang gila dari pihak Halilovic," klaim Mamic.

Halilovic saat itu digadang-gadang sebagai penerus Luka Modric. Jedvaj diyakini bisa menjadi pengubah permainan di lini belakang. Keduanya remaja ketika negosiasi berlangsung.

Jejak Karier yang Tak Sesuai Ekspektasi

Jedvaj lebih dulu pindah ke AS Roma pada 2013. Halilovic kemudian bergabung dengan Barcelona. Namun karier keduanya tidak berkembang seperti yang diprediksi.

  • Alen Halilovic — sempat bermain di Inggris bersama Birmingham City dan Reading di Championship. Kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Fortuna Sittard di usia 30 tahun.
  • Tin Jedvaj — karier papan atasnya lebih banyak dijalani bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga. Saat ini memperkuat Al-Shabab.

Bagi Tottenham, negosiasi ini menjadi salah satu catatan dari gaya Levy di meja transfer. Ia dikenal keras dalam mempertahankan nilai klub. Mamic sendiri mengakui Levy sebagai negosiator ulung, meski pengalaman di ruang rapat itu nyaris berakhir sebelum kesepakatan tercapai.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks