Pencarian

Lima Gunung Api Indonesia Berstatus Siaga, Cek Lokasi dan Rekomendasi PVMBG

Senin, 14 September 2026 • 12:06:31 WIB
Lima Gunung Api Indonesia Berstatus Siaga, Cek Lokasi dan Rekomendasi PVMBG
Lima gunung api di Indonesia berstatus Siaga Level III per pertengahan September 2026 menurut PVMBG.

SUMATERA SELATAN — Lima gunung api di Indonesia tercatat berada pada status Siaga atau Level III per pertengahan September 2026. Kelimanya adalah Gunung Merapi (Jawa Tengah–DIY), Gunung Sinabung (Kabupaten Karo, Sumatera Utara), Gunung Lewotobi Laki-laki (Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur), Gunung Semeru (Jawa Timur), serta Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Status Siaga menandakan peningkatan aktivitas vulkanik yang butuh kewaspadaan lebih serius. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat di sekitar kawasan mengikuti setiap rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah.

Gunung Merapi: Erupsi Besar 2010 Jadi Acuan Mitigasi

Merapi tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsi terbesarnya dalam satu abad terakhir terjadi pada 2010, ketika awan panas meluncur hingga radius sekitar 15 kilometer dari puncak pada 4–5 November.

Bencana itu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Sejak 1600-an, Merapi telah mengalami puluhan kali erupsi dengan interval rata-rata sekitar empat tahun, menurut catatan Museum Gunungapi Merapi.

Gunung Sinabung: Bangkit Setelah 400 Tahun Tidur

Sinabung kembali meletus pada 2010 setelah sekitar 400 tahun tanpa letusan tercatat. Aktivitas itu disebut sebagai erupsi pertama sejak sekitar tahun 800 Masehi.

Pada akhir Agustus 2026, erupsi kembali terjadi. Pemantauan berlanjut ke kondisi kawah, dan pada Jumat (4/9) terlihat asap putih tebal dari kawah utama. Sebelumnya pada 2013, abu vulkanik Sinabung sempat mencapai Kota Medan.

Gunung Lewotobi Laki-laki: Dampak Kemanusiaan November 2024

Gunung di Flores Timur ini sempat berstatus Awas atau Level IV setelah erupsi besar November 2024. Sembilan orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi akibat sebaran abu serta material letusan.

Pada Minggu (6/9), PVMBG mencatat asap putih dari kawah utama. Berdasarkan catatan Smithsonian Institution, erupsi gunung ini telah terdokumentasi sejak 1675 dan berlangsung dalam periode panjang.

Gunung Semeru dan Anak Krakatau

Semeru di Jawa Timur dan Anak Krakatau di Selat Sunda melengkapi daftar lima gunung berstatus Siaga. Keduanya berada di kawasan yang kerap dikunjungi wisatawan, sehingga pemantauan aktivitas harian penting sebelum merencanakan perjalanan.

Yang Perlu Dilakukan Warga dan Traveler

  • Pantau status resmi gunung api lewat kanal Magma Indonesia Kementerian ESDM dan PVMBG.
  • Ikuti radius aman yang ditetapkan; jangan mendaki atau mendekati kawah saat status Siaga.
  • Warga di lereng siapkan masker, pelindung mata, dan jalur evakuasi sesuai arahan BPBD setempat.
  • Traveler sebaiknya menunda kunjungan wisata ke kawasan rawan dan cek ulang jadwal penerbangan bila ada sebaran abu.
  • Informasi terkini soal radius aman dan rekomendasi evakuasi dapat dikonfirmasi via PVMBG atau dinas pariwisata setempat.

Bagi yang berencana ke kawasan sekitar gunung-gunung ini, pantau perkembangan status harian sebelum berangkat. Perubahan level bisa terjadi cepat, dan keputusan menunda perjalanan jauh lebih aman daripada memaksakan itinerary.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks