SUMATERA SELATAN — Orang tua di Gunungkidul bisa sedikit bernapas lega. Program imunisasi rutin untuk anak sekolah dasar di wilayah ini berjalan di atas target, dengan capaian tertinggi menyentuh 97,3 persen untuk vaksin HPV. Dinas Kesehatan setempat memastikan perlindungan kesehatan bagi ribuan siswa terus dioptimalkan hingga tahap penyisiran selesai.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengungkapkan program BIAS yang digelar sepanjang Agustus 2026 ini menyasar tiga jenjang kelas dengan jenis vaksin berbeda. Total ribuan anak telah menerima suntikan imunitas sesuai sasaran masing-masing.
Vaksin MR untuk Siswa Kelas 1: 4.909 Anak Sudah Dilindungi
Imunisasi Measles Rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1 untuk melindungi mereka dari campak dan rubella. Dari total sasaran 5.071 anak, sebanyak 4.909 anak telah mendapatkan vaksinasi hingga akhir Agustus.
"Prosentase vaksinasi MR dalam program BIAS mencapai 96,8%," kata Ismono, Selasa (8/9/2026).
Vaksin Td untuk Kelas 2: Masih Ada 160 Anak yang Dikejar
Untuk siswa kelas 2, sasaran vaksinasi adalah Td atau tetanus difteri. Dinas Kesehatan memproyeksikan 5.150 anak menjadi target penerima vaksin ini.
Hingga akhir Agustus, vaksin Td baru menjangkau 4.990 anak atau setara 96,3 persen. Artinya, masih ada sekitar 160 anak yang belum mendapatkan suntikan dan sedang disisir oleh petugas puskesmas.
"Belum semua mendapatkan vaksin Td karena baru menyasar 4.990 dari target sebanyak 5.150 anak," jelasnya.
HPV untuk Kelas 5: Capaian Tertinggi 97,3 Persen
Vaksin HPV diberikan kepada siswa kelas 5 sebagai upaya pencegahan kanker serviks di masa depan. Dari total sasaran 5.481 anak, sebanyak 5.327 anak telah menerima vaksinasi.
"Prosentasenya paling bagus karena mencapai 97,3%," ungkap Ismono.
Dengan angka ini, pelaksanaan BIAS di Gunungkidul dinilai sukses karena melampaui target perencanaan awal yang hanya 95 persen.
Mengapa Masih Ada Penyisiran Padahal Sudah di Atas Target?
Meski capaian sudah bagus, Dinas Kesehatan Gunungkidul tidak berhenti begitu saja. Sejumlah puskesmas masih melakukan sweeping untuk menjangkau siswa yang belum sempat divaksin karena sakit, izin, atau alasan lainnya.
"Tetap ada upaya penyisiran agar hasil lebih maksimal. Hingga saat ini sejumlah puskesmas masih melakukan sweping untuk mengoptimalkan capaian BIAS di Gunungkidul," kata Ismono.
Dinas Pendidikan Siap Dukung, BIAS Akan Diulang November 2026
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program tahunan ini. Menurutnya, imunisasi adalah kunci meningkatkan kekebalan tubuh anak sekolah agar tidak mudah terserang penyakit.
Program BIAS sendiri akan digelar dua tahap dalam setahun. Setelah tahap pertama rampung di Agustus, putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang dengan sasaran yang sama, yaitu siswa kelas 1, 2, dan 5.
Nunuk menambahkan, sekolah-sekolah di Gunungkidul turut berpartisipasi aktif agar pelaksanaan imunisasi berjalan aman dan lancar. Dukungan semua pihak—orang tua, guru, dan tenaga kesehatan—dibutuhkan karena program ini menyangkut kesehatan generasi muda.
"Semua pihak harus berpartisipasi karena demi mendukung kesehatan para generasi muda. Untuk program sudah berjalan rutin setiap tahunnya," katanya.
Bagi orang tua yang anaknya belum mendapatkan vaksinasi saat jadwal sekolah, segera hubungi puskesmas terdekat untuk informasi jadwal penyisiran. Imunisasi lengkap adalah hak anak dan investasi kesehatan jangka panjang yang tidak boleh terlewat.