Pencarian

Bara di Kedalaman 1,5 Meter Masih Menyala, Polda Sumsel Padamkan Karhutla 80 Hektare di Muara Enim dengan Metode Spiral

Senin, 07 September 2026 • 10:17:31 WIB
Bara di Kedalaman 1,5 Meter Masih Menyala, Polda Sumsel Padamkan Karhutla 80 Hektare di Muara Enim dengan Metode Spiral
Personel Satgas Karhutla Polda Sumsel menyiram area lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Limau, Muara Enim, Sabtu (5/9/2026).

MUARA ENIM — Memadamkan api di lahan gambut tidak cukup hanya dengan menghilangkan kobaran yang terlihat di permukaan. Bara yang tersembunyi hingga kedalaman sekitar 1-1,5 meter menjadi tantangan utama Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumatera Selatan saat menangani kebakaran lahan seluas 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Operasi pemadaman yang berlangsung Sabtu (5/9/2026) itu terus dilanjutkan hingga malam hari. Tim tidak hanya menyiram titik api yang terlihat, tetapi juga melakukan penyisiran secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersimpan di dalam tanah.

Api Padam di Permukaan Belum Tentu Aman di Bawah Tanah

Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman berbeda dengan kebakaran pada lahan mineral. Meski kobaran di permukaan telah hilang, bara masih dapat tersimpan dan merambat di bawah lapisan tanah.

Kondisi inilah yang berpotensi membuat kebakaran kembali muncul di lokasi lain. Untuk memutus pergerakan bara tersebut, personel menggunakan teknik penyiraman dan perendaman dengan pola spiral dari bagian luar menuju pusat area kebakaran.

Metode Spiral dan Formula Crossfire untuk Batasi Rambatan Bara

Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung penanganan di lapangan, menjelaskan bahwa pola spiral dipilih untuk membatasi area sebaran panas terlebih dahulu.

"Penyiraman dilakukan secara spiral dari luar menuju ke dalam. Tujuannya membatasi dan meredam pergerakan bara di bawah tanah sehingga potensi api merambat ke area lainnya dapat ditekan," ujar James.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim menerjunkan jet pump yang mengalirkan campuran air dan Formula Crossfire Polri ke area yang ditangani. Personel juga melakukan scanning satu per satu titik bara untuk memastikan tidak ada sumber api yang tertinggal.

Dengan pola tersebut, bagian luar area terlebih dahulu dibasahi dan diredam sebelum personel bergerak menuju titik dengan aktivitas panas lebih tinggi. Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah api kembali muncul setelah operasi pemadaman dinyatakan selesai.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks