SUMATERA SELATAN — Hampir 12 bulan setelah dirilis, iPhone Air kembali diulas dalam kondisi pemakaian nyata. Videografer MacRumors, Dan Barbera, memakai ponsel ini setiap hari sejak peluncuran dan merangkum kesannya dalam video review satu tahun. Hasilnya: desain tipisnya tetap memikat, tapi sejumlah kompromi di kamera, baterai, dan harga jelas terasa.
Desain Tipis: Tetap Menyenangkan Setelah Setahun
iPhone Air adalah iPhone tertipis yang pernah dibuat Apple. Setelah dipakai hampir 12 bulan, Dan Barbera mengaku faktor bentuk ini tidak pernah terasa usang. Perangkatnya mudah masuk saku, nyaman digunakan satu tangan, dan jauh lebih ringan dibanding iPhone 17 Pro maupun iPhone 17 Pro Max.
Ukuran layar juga tidak banyak dikorbankan. Panel OLED 6,5 inci yang disematkan masih luas untuk menonton video atau membaca. Artinya, dari sisi desain dan kenyamanan, iPhone Air memenuhi janjinya.
Baterai Kecil, Sebagian Pengguna Butuh Power Bank
Konsekuensi dari bodi tipis adalah baterai yang lebih kecil. Apple memasang sel berkapasitas hemat di iPhone Air, dan ketahanannya tidak bisa menandingi lini iPhone 17 Pro. Beberapa orang mungkin mampu melewati satu hari penuh dengan sekali pengisian, tapi yang lain akan kehabisan daya di sore hari.
Apple bahkan menyiapkan aksesori baterai eksternal khusus untuk iPhone Air. Jika aktivitasmu banyak di luar ruangan, membawa power bank tambahan hampir menjadi keharusan.
Kamera Tunggal: Tanpa Ultra Wide dan Telephoto
Kompromi selanjutnya berada di sektor fotografi. iPhone Air hanya mengandalkan satu lensa Wide. Tidak ada lensa Ultra Wide maupun Telephoto seperti yang tersedia di model iPhone 17 lainnya. Hilangnya Ultra Wide juga berarti mode makro tidak bisa digunakan.
Bagi pengguna yang sering memotret pemandangan luas atau butuh zoom optik, keterbatasan ini menjadi perhatian utama. Kamera tunggalnya memang tetap menghasilkan foto yang baik untuk subjek standar, tapi fleksibilitasnya jelas berkurang.
Harga $999: Kelemahan Terbesar Sepanjang Siklus
Harga menjadi isu yang paling sulit diabaikan. iPhone Air dibanderol $999 atau sekitar Rp 16,5 juta. Angka itu lebih tinggi dibanding iPhone 17 yang justru membawa dua kamera dan prosesor hampir sama. Selisih menuju iPhone 17 Pro hanya $100 (sekitar Rp 1,65 juta), padahal iPhone 17 Pro sudah dibekali tiga kamera.
Dengan perbandingan itu, wajar jika banyak calon pembeli memilih model lain. Rumor di pasar juga menyebut penjualan iPhone Air tidak memenuhi target Apple.
Siapa yang Sebaiknya Membeli iPhone Air?
iPhone Air paling cocok untuk orang yang mendahulukan desain tipis, ringan, dan nyaman digenggam tanpa ingin mengorbankan layar besar. Namun, jika kamera dan nilai harga menjadi prioritas, iPhone 17 atau iPhone 17 Pro menawarkan paket yang lebih masuk akal di kelas harga yang sama.
Untuk pengguna di Indonesia yang sering beraktivitas mobile seharian, pastikan kamu siap dengan baterai eksternal sebelum memutuskan membawa pulang iPhone Air.