Pencarian

GTA 6 Dikabarkan Habiskan Dana Rp 24 Triliun, Jadi Produk Hiburan Termahal Sepanjang Sejarah

Minggu, 30 Agustus 2026 • 13:29:01 WIB
GTA 6 Dikabarkan Habiskan Dana Rp 24 Triliun, Jadi Produk Hiburan Termahal Sepanjang Sejarah
Ribuan pengunjung memadati area pameran untuk mencoba langsung demo perdana GTA 6 di ajang industri game internasional.

SUMATERA SELATAN — Industri hiburan global tengah menanti perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6) yang dijadwalkan rilis November 2026. Namun yang menarik perhatian bukan hanya tanggal rilisnya yang sempat mundur dua kali, melainkan biaya produksinya yang fenomenal. Berdasarkan estimasi analis industri, anggaran pengembangan game ini telah menembus angka US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 24,75 triliun dengan kurs Rp 16.500), melampaui anggaran film Avatar sekaligus game AAA lainnya.

Mengapa Biaya Produksi GTA 6 Begitu Fantastis?

Skala proyek ini memang tidak masuk akal jika dibandingkan dengan produksi media lain. Film Hollywood umumnya hanya membutuhkan waktu produksi aktif dua hingga tiga tahun. Sebaliknya, GTA 6 telah dikembangkan secara serius selama hampir satu dekade oleh Rockstar Games.

Proses tersebut melibatkan ribuan tenaga ahli, mulai dari aktor, penulis, programmer, animator, hingga komposer. Setelah pengembangan inti selesai, game ini juga harus melewati proses pengujian ketat yang membutuhkan tim tambahan. Semua lini biaya itu berjalan bersamaan selama bertahun-tahun, membuat ongkos produksinya meroket dibandingkan film yang proses syutingnya relatif lebih singkat.

Perbandingan Anggaran: GTA 6 vs Game AAA Lain

Untuk memahami seberapa besar angka US$ 1,5 miliar tersebut, kita bisa membandingkannya dengan judul-judul besar lain. Dokumen pengadilan yang bocor pada 2023 mengungkapkan Sony menghabiskan US$ 212 juta untuk Horizon Forbidden West dan US$ 220 juta untuk The Last of Us: Part II.

Bahkan Call of Duty: Black Ops Cold War yang merupakan game live service dengan dukungan konten berkelanjutan, hanya menghabiskan biaya sekitar US$ 700 juta sepanjang siklus hidupnya. Angka tersebut mencakup pengembangan peta tambahan, mode permainan, dan konten baru yang dirilis berkala. GTA 6 disebut-sebut akan melampaui angka tersebut jauh sebelum mode daringnya (online mode) diluncurkan.

Risiko dan Ekspektasi: Mampukah Kembali Modal?

Kabar pembengkakan biaya ini memang terdengar menakutkan, tetapi potensi keuntungannya juga luar biasa. Data pendapatan yang sempat bocor menunjukkan GTA Online masih menghasilkan jutaan dolar per minggu dari transaksi mikro dan langganan GTA+ meski sudah berjalan lebih dari satu dekade.

Pada 2013, GTA V mencetak rekor dengan meraup US$ 800 juta hanya dalam satu hari penjualan. Total pendapatan game tersebut kini dikabarkan telah menyentuh angka US$ 10 miliar. Dengan basis penggemar yang sudah terbentuk, GTA 6 diperkirakan akan menjual ratusan juta kopi dan mode daringnya berpotensi bertahan hingga satu dekade ke depan, membuat investasi besar ini terlihat masuk akal bagi Rockstar dan penerbit Take-Two Interactive.

Fitur yang Bikin Kantong Jebol: 600.000 Animasi

Biaya produksi selangit itu digunakan untuk membangun detail yang belum pernah ada di game sebelumnya. Aaron Garbut, salah satu pemimpin Rockstar North, mengungkapkan kepada The New York Times bahwa GTA 6 akan menghadirkan 600.000 animasi. Jumlah ini dua kali lipat dari Red Dead Redemption 2 yang merupakan game dengan detail paling kompleks di eranya.

Sebagai perbandingan, GTA V yang dirilis pada 2013 hanya memiliki 55.000 animasi dan sudah dianggap sebagai salah satu game paling detail di zamannya. Lonjakan jumlah animasi ini menunjukkan tingkat realisme yang ingin dicapai Rockstar, tetapi juga menjelaskan mengapa waktu pengembangan dan biaya produksi membengkak drastis.

Bukan Tanpa Masalah: Kisah Star Citizen dan Penundaan Rilis

GTA 6 bukan satu-satunya game dengan anggaran miliaran dolar. Star Citizen, game yang dikembangkan sejak 2011, juga telah mengumpulkan dana lebih dari US$ 1 miliar dari crowdfunding dan penjualan kapal dalam game. Namun game tersebut belum pernah mencapai tahap "selesai" dan mode kampanyenya, Squadron 42, baru dijadwalkan rilis pada 2027 setelah sempat ditargetkan rilis pada 2014.

Rockstar sendiri bukannya tanpa hambatan. GTA 6 sempat dijadwalkan rilis 2025, lalu mundur ke Mei 2026, dan akhirnya dipastikan rilis November 2026. Penundaan ini menjadi sinyal bahwa kompleksitas fitur yang terlalu ambisius bisa menjadi bumerang, bahkan bagi studio sekelas Rockstar sekalipun.

Dengan segala kelebihan dan risikonya, GTA 6 jelas akan menjadi tolok ukur baru industri game. Bagi pengguna di Indonesia yang sudah terbiasa dengan game berukuran besar, perlu bersiap dengan kemungkinan kebutuhan perangkat kelas atas dan ruang penyimpanan ekstra. Namun satu hal yang pasti, game ini akan menjadi fenomena budaya pop yang layak dinantikan, setara dengan perilisan film blockbuster terbesar sekalipun.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks