Pencarian

PM2.5 Palembang Tembus 180,8, BMKG Minta Orang Tua Tunda Antar Anak TK-SD ke Sekolah

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:16:32 WIB
PM2.5 Palembang Tembus 180,8, BMKG Minta Orang Tua Tunda Antar Anak TK-SD ke Sekolah
Konsentrasi PM2.5 di Palembang mencapai 180,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB, kategori sangat tidak sehat.

PALEMBANG — Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Musi 2 milik BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Palembang sempat menyentuh angka 180,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00 WIB. Angka tersebut masuk dalam kategori merah atau sangat tidak sehat, jauh di atas ambang batas baku mutu udara ambien nasional.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengungkapkan hingga Rabu pagi, indeks pencemaran udara di ibu kota provinsi itu masih bertahan di level tidak sehat dengan nilai 81,6 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini sudah berlangsung sejak Sabtu, 22 Agustus 2026, dengan puncak keparahan terjadi sehari setelahnya.

Kenapa Anak TK dan SD Paling Rentan Terdampak?

BMKG menilai kelompok usia dini memiliki sistem pernapasan yang lebih sensitif terhadap polutan. Paparan PM2.5 yang berukuran sangat halus mampu menembus paru-paru hingga masuk ke aliran darah, sehingga berisiko memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak.

"Kami menyarankan baiknya anak sekolah tingkat TK dan SD melakukan pembelajaran daring dari rumah, karena tingkat paparan PM2.5 pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat," jelas Wandayantolis dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Kapan Kualitas Udara Palembang Membaik?

Wandayantolis menjelaskan, fluktuasi kualitas udara sangat dipengaruhi oleh pergerakan dan penyebaran asap. Konsentrasi PM2.5 berpotensi meningkat drastis pada malam hingga pagi hari lantaran kondisi atmosfer yang cenderung stabil membuat partikel asap lebih mudah terakumulasi di lapisan permukaan.

Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam ketika kabut asap terlihat pekat. Penggunaan masker tetap disarankan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Redam Asap

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan merespons kondisi ini dengan menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iqbal Alisyahbana, menyebut adanya potensi tumbuh awan hujan pada 27-28 Agustus 2026 yang akan dimanfaatkan untuk penyemaian garam.

"Informasi dari BMKG, tanggal 27 atau 28 Agustus ini ada potensi awan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan BMKG ini memang tumbuh awan hujan dan bisa digunakan untuk penyemaian OMC," ungkap Iqbal.

Pesawat bantuan BNPB yang tengah bersiaga di Sumsel tidak hanya difungsikan untuk menabur garam saat awan hujan terdeteksi. Jika potensi hujan tidak muncul, armada udara tersebut akan dialihkan menjadi pesawat kontrol untuk memantau kondisi atmosfer dan sebaran titik panas di wilayah rawan karhutla.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks