Pencarian

Basarnas Catat 70 Tewas Akibat Gempa M 7,7 di NTT, 132 Korban Luka Masih Dirawat

Rabu, 19 Agustus 2026 • 11:16:01 WIB
Basarnas Catat 70 Tewas Akibat Gempa M 7,7 di NTT, 132 Korban Luka Masih Dirawat
Petugas Basarnas mengevakuasi korban gempa M 7,7 di NTT yang menewaskan 70 orang dan melukai 132 lainnya.

SUMATERA SELATAN — Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo mengungkapkan data korban tersebut merupakan hasil pendataan terbaru yang dihimpun dari seluruh posko lapangan. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah seiring proses evakuasi yang terus berjalan di sejumlah titik terdampak.

Evakuasi Korban Masih Berlangsung di Daerah Terpencil

Tim gabungan masih kesulitan menjangkau beberapa kecamatan yang terisolasi akibat putusnya akses jalan dan jembatan. Gelombang susulan dan tanah longsor di wilayah perbukitan turut memperlambat pergerakan petugas di lapangan.

Basarnas menerjunkan personel tambahan dari Makassar dan Surabaya untuk mempercepat proses pencarian. Alat berat mulai dikerahkan untuk membuka akses darurat menuju lokasi-lokasi yang belum tersentuh tim penyelamat.

Ribuan Warga Mengungsi, Kebutuhan Logistik Mendesak

Warga yang selamat kini tersebar di sejumlah titik pengungsian darurat. Beberapa di antaranya memilih bertahan di tanah lapang karena rumah mereka rata dengan tanah.

Kebutuhan mendesak yang dilaporkan petugas lapangan meliputi air bersih, makanan siap saji, serta terpal dan tenda untuk tempat berteduh. Pasokan listrik di sebagian besar wilayah terdampak juga belum pulih, menghambat distribusi bantuan dan komunikasi warga.

Layanan Kesehatan Darurat Disiagakan untuk Korban Luka

Rumah sakit rujukan di daerah sekitar telah menambah kapasitas tempat tidur untuk menampung 132 korban luka. Tim medis dari dinas kesehatan setempat dibantu relawan menangani kasus patah tulang dan luka robek akibat reruntuhan bangunan.

Yudhi Bramantyo mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi palsu mengenai tsunami. "Kami meminta warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat dan segera melapor ke posko terdekat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Pos komando terpadu didirikan di kantor bupati untuk mempermudah koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana dan distribusi bantuan logistik.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks