SUMATERA SELATAN — Romero menceritakan hal ini dalam panel QuakeCon 2026 yang videonya beredar di YouTube. Kisah ini bermula dari era bisnis shareware, di mana babak pertama game dibagikan gratis dan pemain bisa memesan kelanjutannya dengan membayar. Model ini dipakai id Software untuk Wolfenstein dan Doom.
Kenapa id Software Justru Senang Melihat Game-nya Dibajak?
Di pasar Asia, khususnya Taiwan, pembajakan shareware Doom sudah merajalela. Romero mengaku timnya sadar penuh bahwa salinan ilegal beredar di sana. Alih-alih melawan, mereka melihat celah pasar.
"Kami tahu di Taiwan mereka menyalinnya 100 persen. Itulah pasar saat itu," ujar Romero. Daripada berperang melawan pembajak, id Software justru menghubungi pembajak terbesar di sana dan menawarkan kerja sama: "Bisakah kalian membeli kotak dari kami? Sangat murah, sangat sangat murah."
Pesan mereka sederhana: "Tolong lakukan. Jangan beri kami uang. Sebarkan saja." Strategi ini dinilai masuk akal karena id Software meraup untung dari pesanan babak lanjutan game, bukan dari penjualan babak pertama.
Distribusi adalah Raja, Bukan Perang Melawan Pembajakan
Bagi Romero, keputusan ini lahir dari pengalaman pahit di era 80-an saat industri sibuk berperang melawan pembajakan dengan proteksi salin yang merepotkan. "Kami berasal dari era di mana perang proteksi salinan itu nyata," kenangnya.
"Tapi selalu ada perang yang tidak pernah dimenangkan dengan proteksi salinan, jadi kami tidak ingin membuang waktu untuk itu. Jika orang ingin menyalin, mereka akan menyalin. Mereka mungkin membelinya nanti. Kami hanya butuh cukup uang untuk membuat game berikutnya," jelas Romero.
Warisan Strategi yang Masih Relevan
Pendekatan ini membangun basis penggemar id Software di kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau. "Bagi kami, distribusi adalah raja," tegas Romero. Kisah ini menjadi kontras dengan industri modern yang kini mengandalkan login internet wajib untuk menekan pembajakan.
Sementara itu, Romero sendiri telah meninggalkan id Software sejak 1996 setelah berselisih dengan John Carmack. Kini ia mengelola studio miliknya, Romero Games, bersama istrinya Brenda Romero. Kabar terbaru, studio tersebut sempat kehilangan pendanaan dari Xbox untuk proyek shooter yang sedang digarapnya.
Di sisi lain, id Software tengah merayakan ulang tahun ke-30 Quake dengan ekspansi kejutan berjudul Dawn of the Machine. Namun suasana internal disebut tengah tidak menentu pasca gelombang PHK besar-besaran di divisi Xbox yang menaungi mereka.